TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Adu Taktik di Lapangan Camar: Bawaslu, IKAPTK dan BPBD Ramaikan Trofeo Tangsel

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Jumat, 11 September 2026 | 18:50 WIB
Trofeo Tangerang Selatan di Lapangan Camar, Setu, Jumat (11/9). (tangselpos.id/rmn)
Trofeo Tangerang Selatan di Lapangan Camar, Setu, Jumat (11/9). (tangselpos.id/rmn)

SETU – Adu strategi, jual beli serangan hingga gol-gol menarik mewarnai Trofeo Tangerang Selatan di Lapangan Camar, Setu, Jumat (11/9). Tiga kesebelasan dari unsur Bawaslu, IKAPTK, dan BPBD Kota Tangsel turun ke lapangan, bukan hanya untuk memburu kemenangan, tetapi juga merawat kebugaran dan mempererat silaturahmi.

 

Tiga tim yang ambil bagian yakni Election United FC dari Bawaslu Tangsel, kesebelasan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Tangsel, serta tim BPBD Tangsel. Sejak kick-off, pertandingan berlangsung dalam tempo yang cukup menarik. Para pemain saling beradu taktik untuk membongkar pertahanan lawan, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

 

Election United FC tampil dengan Ketua Bawaslu Tangsel Muhamad Acep sebagai kapten sekaligus motor permainan. Acep ditempatkan di lini tengah untuk mengatur ritme permainan dan mengalirkan bola ke lini depan. Ia juga menjadi salah satu pemain yang aktif membangun serangan melalui umpan-umpan terarah.

 

Skuad Bawaslu turut diperkuat jajaran pengawas dari tingkat kota hingga kelurahan. Bermain secara kolektif, mereka mencoba menjaga keseimbangan antara lini belakang, tengah dan depan agar tidak mudah kehilangan penguasaan bola.

 

Di kubu IKAPTK, sejumlah pejabat Pemkot Tangsel ikut turun gelanggang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel Bani Khosyatullah diplot sebagai gelandang bertahan. Perannya penting untuk menjadi penyaring di depan lini belakang sekaligus membantu transisi ketika tim beralih dari bertahan ke menyerang.

 

Untuk urusan mencetak gol, IKAPTK mengandalkan Kepala BKPSDM Tangsel Wahyudi Leksono di lini depan. Ia menjadi target serangan sekaligus pemain yang menunggu suplai bola dari sektor tengah. Tim IKAPTK juga diperkuat Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Desna Gera Andika.

 

Sementara itu, BPBD Tangsel tak mau kalah. Sekretaris BPBD Tangsel Essa Nugraha mengisi sektor tengah, sementara Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel Arif Afwan Taufani turut memperkuat kesebelasan bersama jajaran personel BPBD lainnya.

 

Laga pembuka langsung menyajikan persaingan ketat. IKAPTK berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas BPBD. Sementara pada pertandingan kedua, giliran Bawaslu yang sukses memetik kemenangan setelah menundukkan BPBD dengan skor 1-0.

 

Memasuki laga ketiga, duel Bawaslu kontra IKAPTK berjalan alot. Kedua tim sama-sama kesulitan menemukan celah di pertahanan lawan hingga peluit panjang berbunyi. Skor 0-0 menjadi hasil akhir.

 

BPBD kemudian kembali harus menghadapi IKAPTK pada laga berikutnya. Kali ini, IKAPTK tampil lebih efektif dan berhasil mencetak dua gol tanpa balas. BPBD pun harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 0-2.

 

 

Bawaslu kembali menunjukkan ketajamannya saat berjumpa BPBD pada pertandingan kelima. Dua gol berhasil disarangkan Election United FC untuk mengunci kemenangan 2-0.

 

Salah satu gol tersebut lahir lewat skema bola mati yang berujung menjadi gol indah. Muhamad Acep lebih dulu mengambil tendangan bebas dan mengirim bola dengan umpan terarah. Bola kemudian disambut Rian yang melepaskan tembakan jarak jauh.

 

Sepakan keras tersebut meluncur ke arah gawang dan tak mampu dijangkau kiper lawan. Gol pun tercipta, sekaligus menjadi salah satu momen menarik dalam trofeo tersebut.

 

Laga pamungkas kembali mempertemukan Bawaslu dan IKAPTK. Duel berlangsung sengit. Bawaslu lebih dulu membuka keunggulan melalui kerja sama apik antarpemain yang dituntaskan Toni.

 

IKAPTK yang berada dalam posisi tertinggal tak mengendurkan tekanan. Hingga memasuki penghujung pertandingan, upaya mereka akhirnya membuahkan hasil.

 

Wahyudi Leksono tampil sebagai penyelamat IKAPTK. Berada di lini depan, striker tersebut berhasil mencetak gol penyeimbang yang mengubah kedudukan menjadi 1-1.

 

Gol itu menjadi penutup drama di laga terakhir. Tak lama setelah bola bersarang di gawang, wasit meniup peluit panjang. Bawaslu dan IKAPTK pun harus puas berbagi angka dalam pertandingan penutup trofeo.

 

Kapten Election United FC Muhamad Acep mengatakan, semangat utama dalam pertandingan tersebut bukan sekadar mengejar hasil akhir. Menurutnya, olahraga bersama menjadi cara sederhana untuk menjaga kebugaran sekaligus memperkuat silaturahmi antarlembaga.

 

"Yang paling penting bukan hanya soal menang atau kalah. Kita bisa berkumpul, berolahraga, menjaga kebugaran, sekaligus mempererat silaturahmi. Semangat seperti ini yang harus terus dijaga," ujar Acep.

 

Menurutnya, suasana kompetitif di lapangan justru dapat menjadi ruang untuk membangun kekompakan. Para pemain bisa saling beradu strategi selama pertandingan, tetapi tetap membawa semangat persaudaraan setelah laga berakhir.

 

"Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan. Sehat badannya, kuat silaturahminya, dan semakin kompak dalam menjalankan tugas masing-masing," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit