Tren PTM Meningkat, Dinkes Kota Serang Gencarkan Edukasi PHBS dan Germas
SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang terus meningkatkan upaya edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan. Langkah ini diambil menyusul adanya pergeseran tren penyakit yang terjadi di fasilitas kesehatan, khususnya di tingkat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Kepala Bidang Promosi Kesehatan (Kabid Promkes Dinkes) Kota Serang, Tata mengungkapkan, dari data 10 besar penyakit yang ada di fasilitas kesehatan saat ini, trennya sudah mulai bergeser. Jika sebelumnya didominasi oleh penyakit menular, kini jumlah kasus penyakit tidak menular (PTM) menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan. "Sepuluh besar penyakit yang ada di fasilitas kesehatan, khususnya di Puskesmas, sekarang ini sudah mulai bergeser dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular," kata Tata, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, bahwa salah satu penyakit tidak menular yang memiliki angka kasus paling tinggi saat ini adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Menurut Tata, ada banyak faktor yang memicu terjadinya penyakit hipertensi pada masyarakat. "Penyebab dari hipertensi ini sangat banyak. Salah satunya bisa dari pola makan yang kurang sehat, gaya hidup, hingga kurangnya waktu istirahat," tambahnya.
Merespons kenaikan kasus PTM tersebut, pihaknya telah menyiagakan petugas promosi kesehatan di 16 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Serang. Para petugas inilah yang garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat secara langsung, baik melalui pendekatan personal kepada keluarga pasien yang datang berobat, maupun melalui penyuluhan secara berkelompok di lingkungan masyarakat.
Fokus utama dari edukasi ini adalah menekankan pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta membudayakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Melalui promosi kesehatan yang intensif, Dinkes Kota Serang berharap kesadaran masyarakat dapat meningkat sehingga mereka terhindar dari bahaya penyakit tidak menular.
"Mudah-mudahan dengan kita mempromosikan kaitan dengan kesehatan ini, masyarakat bisa terjaga kesehatannya. Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mengedukasi dan mempromosikan kesehatan mengenai bahayanya penyakit tidak menular," pungkas Tata.(*)
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu



