TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Air Sungai Cisadane Masih Aman

Reporter & Editor : Redaksi
Rabu, 29 Juli 2026 | 09:30 WIB
TINJAU CISADANE: Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw (menunjuk) saat berkoordinasi dengan Wali kota Tangerang Sachrudin terkait kondisi Sungai Cisadane. MADE/SATELIT NEWS
TINJAU CISADANE: Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw (menunjuk) saat berkoordinasi dengan Wali kota Tangerang Sachrudin terkait kondisi Sungai Cisadane. MADE/SATELIT NEWS

TANGERANG – Debit air Sungai Cisadane di Kota Tangerang masih dalam kondisi aman meski musim kemarau mulai berdampak di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dipastikan usai Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10 di Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Selasa (28/7).

 

Arnold mengatakan, ketersediaan air baku untuk masyarakat masih mencukupi dengan tingkat ketersediaan sekitar 90 persen. “Ketersediaan air untuk masyarakat masih dalam kondisi sangat aman, sekitar 90 persen,” ujarnya. Menurut Arnold, pemerintah terus mengatur tata kelola air agar pasokan tetap mencukupi untuk kebutuhan air baku, irigasi, dan sektor lainnya selama musim kemarau.

 

“Air itu sebenarnya masih tersedia. Yang kami lakukan adalah mengatur tata kelola air. Kalau dilihat di sisi lain bendung, air masih sangat banyak dan aman. Berkat pengaturan dari rekan-rekan SDA, kebutuhan air baku, irigasi, dan lainnya dipastikan cukup hingga beberapa bulan ke depan,” jelasnya.

 

Ia juga mengapresiasi petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane dan Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang yang terus menjaga distribusi air selama musim kemarau. Arnold memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kekurangan air bersih. Masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih maupun petani yang sawahnya terancam kekeringan diminta segera melapor ke posko yang telah disiapkan.

 

“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan air bersih atau sawah yang mulai kering, segera laporkan. Kami bersama balai sungai, Perumda Tirta Benteng, pemerintah daerah, dan pemerintah provinsi siap bergerak cepat memberikan bantuan,” katanya.

 

Menurutnya, perhatian pemerintah saat ini difokuskan pada wilayah Pulau Jawa, terutama bagian selatan, yang diperkirakan paling terdampak musim kemarau. Untuk mempercepat penanganan, Kementerian PU juga menyiapkan tambahan peralatan yang akan didistribusikan ke balai-balai di berbagai daerah.

 

Sementara, Wali Kota Tangerang Sachrudin memastikan kebutuhan air bersih masyarakat masih terpenuhi meski debit Sungai Cisadane mengalami penurunan. Ia mengapresiasi respons cepat Kementerian PU yang langsung menerjunkan jajaran Direktorat Jenderal SDA untuk memastikan pasokan air di Kota Tangerang tetap aman.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri PU atas respons cepatnya. Kehadiran jajaran Ditjen SDA memastikan ketersediaan air di Sungai Cisadane sehingga kebutuhan masyarakat masih terpenuhi,” ujar Sachrudin.

 

Pemkot Tangerang, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Tangerang, BBWS Ciliwung Cisadane, dan Perumda Tirta Benteng untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang lebih panjang. 

 

Meski kondisi masih terkendali, Sachrudin mengimbau masyarakat tetap menggunakan air secara bijak sebagai langkah antisipasi. “Saat ini pasokan air masih aman, tetapi masyarakat tetap kami imbau menghemat penggunaan air. Tidak perlu khawatir, namun kita harus tetap waspada apabila musim kemarau berlangsung lebih lama,” pungkasnya. 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit