TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Musim Kemarau Ancam Ratusan Hektare Sawah Di Pandeglang Kekeringan

Dinas Pertanian Perkuat Mitigasi Cegah Gagal Panen

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Rabu, 29 Juli 2026 | 09:52 WIB
SAWAH DILANDA KEKERINGAN. Kondisi sawah yang sudah ditanami padi di wilayah Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, terlihat kering dan retak-retak akibat tak ada pasokan air yang dapat dialirkan ke pesawahan. (NIPAL SUTIANA/TANGSEL POS)
SAWAH DILANDA KEKERINGAN. Kondisi sawah yang sudah ditanami padi di wilayah Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, terlihat kering dan retak-retak akibat tak ada pasokan air yang dapat dialirkan ke pesawahan. (NIPAL SUTIANA/TANGSEL POS)

PANDEGLANG - Musim kemarau yang terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang, tengah mengancam terhadap ratusan hektare sawah dilanda kekeringan. Bahkan, pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang, mencatat sebanyak 686 hektare lahan sawah terdampak kekeringan.

 

Kepala Bidang Hortikultura pada DPKP Kabupaten Pandeglang, Nuridawati, mengungkapkan, dari total lahan yang terdampak tersebut, sekitar 590 hektare berhasil diselamatkan karena telah dipanen, hingga saat ini tersisa 98 hektare yang masih mengalami kekeringan.

 

Selain itu, pihaknya juga mencatat masih terdapat 515 hektare lahan sawah yang terancam kekeringan apabila musim kemarau terus berlangsung tanpa adanya curah hujan yang memadai.

 

“Wilayah yang terdampak maupun terancam kekeringan tersebar di sejumlah kecamatan. Di antaranya Munjul sebanyak 420 hektare dan Angsana 170 hektare yang saat ini sudah dipanen. Sementara Kecamatan Sindangresmi masih terdapat 6 hektare terdampak dan 200 hektare terancam kekeringan,” ungkap Nuridawati, Selasa (28/7).

 

Selain Sindangresmi, lahan yang terdampak kekeringan juga terdapat di Kecamatan Cikeusik seluas 1 hektare, Cigeulis 1 hektare, Picung 5 hektare dengan 80 hektare terancam, Patia 22 hektare dengan 90 hektare terancam, Labuan 3 hektare dengan 20 hektare terancam, 

 

“Selain itu, di Sukaresmi terdapat 30 hektare dengan 55 hektare terancam, Pagelaran 25 hektare dengan 60 hektare terancam, serta Menes 3 hektare dengan 10 hektare terancam kekeringan,” katanya lagi.

 

Menurutnya, untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan yang berpotensi menyebabkan gagal panen maupun gagal tanam, DPKP Pandeglang terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten serta Kementerian Pertanian.

 

Koordinasi tersebut dilakukan lanjut Nuridawati, sebagai bagian dari langkah mitigasi dan penanggulangan bencana pertanian akibat kekeringan,.

 

“Termasuk menyiapkan berbagai upaya penanganan agar produksi padi di Kabupaten Pandeglang, tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung,” ujarnya.

 

Sementara, salah seorang petani di Pandeglang, Enong, mengaku, saat ini lahan sawahnya yang baru ditanam padi mengalami kekeringan. Lantaran aliran dari sungai Cukang Sadang sudah tidak mampu mengalirkan air ke persawahan petani.

 

“Sekarang ini Irigasi Cukang Sadang kering, akibatnya pesawaan kami juga kekeringan. Karena rata-rata pesawaan di sini sawah tadah hujan,” katanya.

 

Diakuinya, kondisi tanah sawah miliknya sudah retak-retak akibat kekeringan, padi yang baru berumur satu bulan lebih itu tumbuh tidak maksimal, bahkan sebagian batang padi sudah banyak yang mengering.

 

“Kalau kemarau ini terus berlanjut tanaman padi kami terancam gagal panen. Kami harap ada upaya dari pemerintah untuk mengantisipasi kerugian yang kami alami,” harapnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit