TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

300 Personel Disiagakan Cegah Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Pandeglang

Selama Puncak Musim Kemarau Panjang

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:50 WIB
APEL KESIAPSIAGAAN. Para personel gabungan sedang melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana dan Karhutla 2026, di halaman Mapolres Pandeglang, Rabu (5/8). (ISTIMEWA)
APEL KESIAPSIAGAAN. Para personel gabungan sedang melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana dan Karhutla 2026, di halaman Mapolres Pandeglang, Rabu (5/8). (ISTIMEWA)

PANDEGLANG - Untuk mencegah atau mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), serta bagian dari tanggap darurat bencana di Kabupaten Pandeglang, sebanyak 300 personel gabungan telah disiagakan selama puncak musim kemarau panjang.

 

Adapun 300 personel gabungan terdiri dari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK), TNI, Polri, relawan, serta unsur terkait lainnya, telah melakukan Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana dan Karhutla 2026, di halaman Mapolres Pandeglang, Rabu (5/8).

 

Wakapolres Pandeglang, Kompol Yudha Hermawan, mengatakan, semua personel tersebut, bakal difokuskan pada upaya pencegahan, patroli, dan penanganan cepat apabila terjadi titik api.


“Secara keseluruhan ada 300 personel gabungan yang disiagakan, ini merupakan program dari pemerintah dan satuan Polri,” katanya.


Kompol Yudha menjelaskan, sebagian petugas akan disiagakan di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bangkonol. Sebab pihaknya menilai TPSA rawan akan terjadi kebakaran saat musim kemarau panjang.

 

“Di TPSA Bangkonol ada Posko untuk melaksanakan edukasi kepada masyarakat, patroli, dan juga mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di area TPSA Bangkonol,” tegasnya.


Menurut Wakapolres Pandeglang, bahwa momentum tersebut sangat penting untuk mengantisipasi dan memitigasi dampak dari Elnino yang saat ini sedang melanda wilayah Kabupaten Pandeglang.


“Tentunya hal ini perlu diwaspadai untuk mewujudkan stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,“ katanya lagi.

 

Senada, Kepala Pelaksana BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, potensi Karhutla di Kabupaten Pandeglang tidak terlalu besar. Namun tegas dia, pihaknya harus tetap siap siaga dan waspada.

 

“Karena memang ada beberapa titik yang bisa menyebabkan kebakaran disaat musim kemarau yang sangat ekstrem seperti ini,” katanya.


Maka dari itulah pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan saat membuka lahan. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.


Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat, apabila menemukan indikasi kebakaran atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu Karhutla. “Kami minta masyarakat secepat mungkin melaporkan, jika ada kejadian kebakaran,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit