Red Bull Siapkan Strategi Pertahankan Verstappen, Rekrut Direktur Aston Martin
AUSTRIA – Red Bull Racing mulai melakukan pembenahan besar untuk menghadapi persaingan Formula 1 sekaligus menjaga masa depan Max Verstappen. Tim asal Austria itu dikabarkan telah merekrut Tom McCullough, Direktur Performa Aston Martin, untuk bergabung mulai musim 2027.
Kabar tersebut dilaporkan media Jerman BILD. McCullough disebut akan meninggalkan Aston Martin setelah musim 2026 dan bergabung dengan Red Bull di Milton Keynes.
Di Red Bull, McCullough diproyeksikan menempati posisi kepala operasional balap. Ia akan bertugas mengawasi aktivitas tim di lintasan sekaligus mengoordinasikan jajaran teknis selama akhir pekan Grand Prix.
Kehadiran McCullough menjadi bagian dari restrukturisasi Red Bull setelah sejumlah tokoh penting meninggalkan tim dalam beberapa tahun terakhir. Adrian Newey, Rob Marshall, Jonathan Wheatley, dan Christian Horner merupakan beberapa nama besar yang telah pergi.
Red Bull juga harus bersiap kehilangan Gianpiero Lambiase. Teknisi balap Verstappen itu telah menandatangani kontrak dengan McLaren dan dijadwalkan menjadi direktur balap tim tersebut pada 2028.
Sebagai pengganti Lambiase di sisi Verstappen, Red Bull telah menyiapkan Tom Hart. Ia bahkan membatalkan rencana bergabung dengan Williams demi tetap mendampingi pembalap asal Belanda tersebut.
Restrukturisasi ini dilakukan ketika performa Red Bull mulai menunjukkan perkembangan. Setelah mengawali musim 2026 dengan kesulitan, RB22 perlahan mampu mengejar Mercedes, Ferrari, dan McLaren.
Verstappen sejauh ini telah mengoleksi empat podium, termasuk finis tiga besar pada Grand Prix Belgia dan Hungaria. Rekan setimnya, Isack Hadjar, juga semakin konsisten dengan mencatatkan finis enam besar dalam tujuh balapan terakhir.
Direktur Teknik Red Bull, Pierre Waché, mengakui timnya telah mengalami kemajuan.
“Kami memulai dengan agak kurang baik, tetapi kami tentu telah membuat kemajuan,” ujar Waché.
Meski performa mulai membaik, masa depan Verstappen bersama Red Bull masih belum sepenuhnya aman. Sang juara dunia empat kali belum memastikan akan bertahan pada musim 2027.
Klausul performa dalam kontraknya menjadi salah satu faktor yang membuat masa depan Verstappen terus menjadi perhatian. Red Bull bahkan disebut tengah membahas kemungkinan kompensasi finansial agar Verstappen tidak mengaktifkan klausul keluar apabila target performa tertentu gagal tercapai.
Jika Verstappen memilih meninggalkan Red Bull, Mercedes menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mendapatkan jasanya. McLaren juga berpotensi menjadi tujuan, terutama setelah merekrut Lambiase untuk posisi penting mulai 2028.
Bagi Red Bull, mempertahankan Verstappen bukan sekadar soal menjaga pembalap utama. Verstappen merupakan figur sentral di balik kesuksesan tim dalam beberapa tahun terakhir.
Karena itu, perekrutan McCullough menjadi bagian dari strategi yang lebih besar. Red Bull tengah membangun kembali struktur tim sekaligus berupaya menciptakan lingkungan kompetitif agar Verstappen tetap bertahan di Milton Keynes.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 19 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




