DLH Bakal Lakukan Pemetaan
Cari Tahu Sumber Pencemaran Sungai
TANGERANG—Kondisi Sungai Cisadane di wilayah Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, dikeluhkan warga. Air sungai disebut berubah menghitam pekat dan mengeluarkan bau tidak sedap selama lebih dari dua bulan terakhir.
Keluhan tersebut menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang. DLH akan melakukan pemetaan untuk mengetahui sumber pencemaran sungai, termasuk memastikan apakah perubahan kondisi air disebabkan sampah domestik atau limbah dari aktivitas perusahaan.
Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kota Tangerang, Dheny Kuntjoro, mengatakan pihaknya terlebih dahulu akan melakukan verifikasi lapangan. "Kita akan menindaklanjuti ke wilayah untuk melakukan Mapping. Sampai mana pencemarannya," kata Dheny saat ditemui SatelitNews di Kantor DLH Kota Tangerang, Selasa (18/8).
Menurut dia, pemetaan diperlukan untuk memastikan sumber pencemaran sebelum DLH menentukan langkah penanganan. Pemeriksaan juga akan dilakukan untuk mengetahui apakah pencemaran berasal dari sampah domestik atau sumber lainnya. "Apakah disebabkan oleh sampah domestik atau yang lain-lain. Biar dipetakan dulu," ujarnya.
Jika hasil penelusuran mengarah pada aktivitas perusahaan, DLH akan melakukan verifikasi lapangan terhadap perusahaan yang diduga menjadi sumber pencemaran. "Kalau misalkan dari perusahaan, perusahaan mana nih, biar kami gampang masuknya," katanya.
Dheny menegaskan, perusahaan yang terbukti melakukan pencemaran akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah pemberian sanksi apabila limbah yang dibuang terbukti melampaui baku mutu. "Kalau misalkan melebihi baku mutu, kemungkinan kita segel," tegasnya.
Selain persoalan air sungai yang menghitam dan berbau, DLH juga akan menindaklanjuti informasi mengenai adanya pembuangan sampah di sekitar wilayah tersebut. Dheny mengatakan koordinasi akan dilakukan dengan pihak Kecamatan Neglasari.
Selanjutnya, informasi tersebut akan diteruskan kepada kelurahan hingga tingkat RT dan RW untuk memastikan lokasi yang dikeluhkan warga. "Saya sudah komunikasikan oleh Pak Sekcam Neglasari dan pak sekcam akan mengomunikasikan ke Pak Lurah, Pak Lurah ke RT/RW. Kalau misalkan tempatnya ada di situ, kita verlap," jelasnya.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Galeri | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu









