TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Perkuat Kompetensi Aparatur, BKPSDM Tangsel Fasilitasi Puluhan ASN Ikuti Diklat

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:03 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

CIPUTAT — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang Selatan terus mendorong peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya melalui fasilitasi pengiriman ASN untuk mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan (diklat) sesuai kebutuhan organisasi perangkat daerah (OPD).

 

Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 87 ASN telah difasilitasi mengikuti beragam diklat. Pelatihan yang diikuti mencakup berbagai bidang, mulai dari manajemen risiko, perbendaharaan, kearsipan hingga pendidikan kepemimpinan.

 

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur pada BKPSDM Kota Tangsel, Anita Siska Rachawati, mengatakan pihaknya tahun ini tidak menyelenggarakan diklat secara mandiri. BKPSDM berperan memfasilitasi ASN untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan lembaga terkait.

 

“Kalau di kita (BKPSDM) tahun ini tidak boleh mengadakan diklat. Jadi kami hanya pengiriman (ASN) sebagai peserta saja,” ujar Anita saat dihubungi, Selasa (18/8).

 

Menurut Anita, pengiriman peserta dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing OPD. Usulan pelatihan disampaikan melalui surat dari OPD pembina, kemudian BKPSDM memfasilitasi ASN yang dinilai membutuhkan pelatihan tersebut.

 

“Pengiriman itu kan sesuai kebutuhan, sesuai surat dari OPD pembina. Misalkan dari Damkar, pusatnya mau mengadakan diklat apa, baru kami yang fasilitasi,” jelasnya.

 

Dari 87 ASN yang telah mengikuti diklat, materi pelatihan cukup beragam. Di antaranya manajemen risiko dan perbendaharaan yang banyak diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ada pula pelatihan kearsipan yang diselenggarakan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

 

Selain pelatihan teknis, BKPSDM juga memfasilitasi ASN mengikuti pendidikan kepemimpinan. Program yang sebelumnya dikenal dengan istilah diklatpim tersebut kini terbagi menjadi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN), Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP).

 

Untuk PKN, tahun ini Tangsel mengirim dua orang ASN. Salah satunya Kepala Bapenda Kota Tangsel Eki Herdiana. Kemudian PKA diikuti empat orang dan PKP sebanyak enam orang.

 

Anita mengatakan, pengembangan kompetensi ASN menjadi salah satu perhatian pimpinan. Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie juga mengarahkan agar jumlah ASN yang mengikuti diklat dapat terus ditambah. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

 

“Terkait diklat ini, kami ada arahan dari pimpinan yaitu Pak Wali untuk menambah jumlah ASN untuk ikut diklat. Tetapi memang untuk saat ini masih terbentur dengan anggaran,” katanya.

 

BKPSDM pun tengah berupaya agar kebutuhan pengembangan kompetensi ASN dapat memperoleh dukungan anggaran lebih besar pada tahun depan. Dengan demikian, jumlah ASN yang dapat difasilitasi mengikuti pelatihan bisa semakin banyak.

 

“Sedang kami mengupayakan untuk tahun depan ngirim lebih dari 10 orang,” ujarnya.

 

Menurut Anita, diklat memiliki fungsi penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme ASN. Pelatihan juga diarahkan agar kompetensi pegawai semakin sesuai dengan tugas yang dijalankan serta kebutuhan organisasi.

 

Untuk memastikan program pelatihan tepat sasaran, BKPSDM saat ini menyusun Rencana Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (RKPK) individual. Penyusunan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing OPD.

 

“Untuk menjawab kebutuhan itu, makanya sekarang kita bikin RKPK, rencana kebutuhan diklat individual,” tuturnya.

 

RKPK untuk kebutuhan 2027 saat ini tengah disusun. BKPSDM bersama OPD melakukan asistensi untuk memetakan kebutuhan kompetensi pegawai, termasuk melihat kesenjangan kemampuan yang masih perlu ditingkatkan.

 

Menurut Anita, kebutuhan pelatihan setiap OPD berbeda-beda. Karena itu, BKPSDM tidak bisa menentukan seluruh kebutuhan diklat secara umum tanpa melihat karakteristik dan tugas masing-masing perangkat daerah.

 

“Jadi kebutuhan dinas sendiri itu apa, diklat apa untuk pegawainya. Karena kami di sini kan nggak tahu kebutuhan dinas, gap-nya ada di mana,” jelasnya.

 

Selain diklat teknis, BKPSDM juga menyiapkan program C-More yang berkaitan dengan kompetensi dasar ASN, termasuk pemahaman mengenai nilai-nilai BerAKHLAK. Program tersebut saat ini masih dalam proses penyusunan, termasuk regulasi dan perangkat pendukungnya.

 

BKPSDM juga bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangsel untuk menyiapkan platform pembelajaran. Nantinya, materi pengembangan kompetensi dapat diberikan melalui berbagai media, termasuk video.

 

Pengembangan kompetensi juga dilakukan dengan membentuk kelompok keahlian di masing-masing OPD. BKPSDM akan meminta setiap perangkat daerah menunjuk pegawai yang masuk dalam kelompok tersebut. Kelompok keahlian nantinya membantu menentukan kebutuhan pembelajaran sekaligus menyusun kurikulum sesuai bidang masing-masing.

 

Tidak hanya mengirim ASN mengikuti pelatihan, BKPSDM juga mendorong agar ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada pegawai lainnya. ASN yang telah mengikuti diklat diwajibkan membagikan pengetahuan dan materi yang didapat kepada rekan-rekannya di OPD.

 

“Pulang dari pelatihan sama BKPSDM diwajibkan untuk membagi ilmunya ke teman-teman, ke teman-teman di dinasnya. Nanti evidennya kami minta, kayak mungkin foto-fotonya, atau mungkin bahan-bahannya, videonya,” pungkas Anita.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit