TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kemarau 2026 Diprediksi Berlangsung Hingga Oktober, El Niño Perpanjang Musim Kering

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:14 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

SERPONG - Puncak musim kemarau 2026 tidak terjadi serentak di seluruh wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah memasuki puncak kemarau pada Agustus, meski waktunya dapat berbeda-beda sesuai karakteristik masing-masing daerah.


Secara umum, musim kemarau telah berlangsung sejak April dan diperkirakan mencapai puncaknya pada periode Juli hingga September 2026. Kondisi kemarau tahun ini berpotensi terasa lebih kering dan berlangsung lebih panjang akibat pengaruh fenomena El Niño.


Kemarau Diperkirakan Berakhir Oktober
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 secara umum mulai berakhir pada pertengahan hingga akhir Oktober. Sementara itu, sejumlah wilayah dapat mengalami kondisi kering hingga November.


Kondisi tersebut berbeda dengan pola normal, ketika musim kemarau umumnya berakhir sekitar Oktober. Pengaruh El Niño berpotensi membuat periode kering berlangsung lebih panjang.


Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan fenomena El Niño diprediksi masih bertahan hingga awal 2027.


"BMKG memprediksi fenomena El Niño akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen, namun demikian dampaknya untuk wilayah Indonesia ketika bertemu periode musim kemarau hingga pertengahan bulan Oktober," kata Ardhasena, dikutip dari laman resmi BMKG.


Meski demikian, secara umum musim kemarau di Indonesia diperkirakan berakhir pada pertengahan hingga penghujung Oktober 2026.


Durasi Kemarau Berbeda Tiap Wilayah
Berdasarkan pemutakhiran data BMKG per Juni 2026, durasi musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia cukup beragam.


Sumatera: 3-28 dasarian atau sekitar 30-280 hari.
Jawa: 11-30 dasarian atau sekitar 110-300 hari.
Bali, NTB, dan NTT: 19-29 dasarian atau sekitar 190-290 hari.
Kalimantan: 4-18 dasarian atau sekitar 40-180 hari.
Sulawesi: 5-28 dasarian atau sekitar 50-280 hari.


Maluku Utara, Maluku, dan Papua: 3-23 dasarian atau sekitar 30-230 hari.
Perbedaan durasi tersebut menunjukkan bahwa waktu berakhirnya musim kemarau tidak sama di setiap daerah.


Agustus Masih Didominasi Cuaca Kering
Dalam laporan prakiraan cuaca periode 14-20 Agustus 2026, BMKG mencatat sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.


Kondisi atmosfer saat ini masih dipengaruhi El Niño dengan intensitas sangat kuat serta kecenderungan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi kondisi tersebut berkontribusi terhadap berkurangnya suplai uap air sehingga atmosfer Indonesia cenderung lebih kering.


Namun, kondisi kemarau tidak berarti seluruh wilayah terbebas dari hujan. Dinamika atmosfer regional dan lokal masih memungkinkan terbentuknya awan hujan di sejumlah daerah.


Pada periode 14-20 Agustus 2026, misalnya, hujan masih berpeluang turun di sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, hingga Papua Pegunungan.


Waspada Kekeringan dan Karhutla
Dengan sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode kemarau, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan.


Jika menemukan indikasi titik panas atau hotspot, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.


Dengan kondisi El Niño yang masih berpengaruh, kewaspadaan perlu dipertahankan hingga musim kemarau benar-benar berakhir di masing-masing wilayah.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit