TPA Cipeucang Rawan Terbakar Di Musim Kemarau
Dewan Minta Pemkot Patroli Rutin
SETU-Ancaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Kecamatan Serpong menjadi perhatian DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Musim kemarau berkepanjangan, pengawasan di kawasan TPA dinilai perlu diperkuat untuk mengantisipasi munculnya titik api.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangsel, Syamsul Heryianto meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel meningkatkan penjagaan dan melakukan patroli secara rutin di kawasan TPA Cipeucang. Menurutnya, pengawasan tidak cukup dilakukan pada jam-jam tertentu, tetapi perlu berlangsung selama 24 jam.
Syamsul menilai, kondisi kemarau saat ini memiliki risiko cukup tinggi terhadap terjadinya kebakaran di area pengolahan dan penampungan sampah. Tumpukan sampah yang menghasilkan gas serta kondisi lingkungan yang kering dinilai membutuhkan pengawasan ekstra.
“Penjagaan dan pengawasan harus lebih diperketat. Patroli juga harus dilakukan rutin selama 24 jam karena kita tidak tahu kondisi di tengah malam seperti apa,” kata Syamsul.
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, pencegahan harus menjadi prioritas sebelum muncul kebakaran. Menurutnya, langkah antisipasi jauh lebih penting dibandingkan hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah membesar.
Ia juga mendorong adanya aturan yang lebih tegas di dalam kawasan TPA, khususnya terhadap aktivitas yang berpotensi memicu api. Salah satunya dengan memperketat larangan merokok sembarangan bagi pemulung maupun petugas yang berada di lokasi.
“Harus ada larangan yang jelas, terutama untuk pemulung sampah. Mereka juga harus diedukasi agar tidak merokok sembarangan karena kondisi kemarau seperti sekarang cukup berbahaya,” ujarnya.
Selain pengawasan, Syamsul meminta pengelolaan tumpukan sampah dilakukan secara lebih teratur. Pemilahan sampah organik dan nonorganik dinilai dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mengurangi potensi masalah di kawasan TPA.
Langkah teknis lainnya juga perlu diperhatikan, mulai dari penyemprotan atau penyiraman secara rutin, penutupan timbunan sampah menggunakan tanah, hingga pemadatan sampah. Upaya tersebut dinilai dapat membantu mengurangi potensi munculnya sumber api dari dalam tumpukan sampah.
“Penyemprotan rutin, penutupan dengan tanah, pemadatan, termasuk pembuatan cerobong sampah harus diperhatikan. Semua itu bagian dari upaya pencegahan,” katanya.
Syamsul juga meminta penanganan risiko kebakaran tidak dilakukan oleh satu organisasi perangkat daerah saja. Menurutnya, diperlukan koordinasi antara Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Harus ada kolaborasi antara Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD dan DLH. Kemarau masih panjang, sehingga langkah antisipasinya juga harus diperkuat,” tegasnya.
Ia berharap seluruh petugas dan pemulung yang beraktivitas di TPA Cipeucang mendapatkan edukasi mengenai potensi kebakaran selama musim kemarau. Kesadaran dari orang-orang yang berada langsung di lokasi dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kebakaran.
Menurut Syamsul, kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi membuat kewaspadaan tidak boleh diturunkan. Pemerintah harus memastikan sarana pencegahan dan kesiapan petugas tetap dalam kondisi optimal selama kawasan TPA masih beroperasi.
Dia menyebut, penyiraman di kawasan TPA telah dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi. Namun, upaya tersebut perlu dilakukan secara konsisten dan dibarengi dengan pengawasan yang lebih ketat.
“Musim kemarau ini berbahaya. Hari ini sudah dilakukan penyiraman, tetapi pengawasan dan patroli tetap harus diperketat agar potensi kebakaran bisa dicegah sejak awal,” pungkas Syamsul.
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 17 jam yang lalu






