TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Guru Ngaji Dituntut Kuasai Digitalisasi

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:33 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan dalam acara Tangsel Mengaji bersama FPGN di Masjid Agung Al-Mujahidin Pamulang.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan dalam acara Tangsel Mengaji bersama FPGN di Masjid Agung Al-Mujahidin Pamulang.

PAMULANG-Para guru ngaji di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) didorong untuk terus memperbarui pengetahuan dan menyesuaikan metode pembelajaran agar syiar Islam tetap dekat dengan masyarakat.

 

 Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan saat menghadiri kegiatan Tangsel Mengaji bersama Forum Persatuan Guru Ngaji (FPGN) Kota Tangsel di Masjid Agung Al-Mujahidin, Kecamatan Pamulang, Rabu (19/8).

 

 Tangsel Mengaji merupakan agenda rutin FPGN yang digelar secara roadshow di seluruh kecamatan. Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi para guru ngaji sekaligus ruang untuk memperluas wawasan keagamaan melalui pembelajaran bersama para ustaz dan alim ulama.

 

 Pilar mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai dapat membantu meningkatkan kapasitas para guru ngaji. Menurutnya, guru tetap perlu terus belajar dan memperbarui pengetahuan agar materi yang disampaikan kepada masyarakat sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan hadis.

 

 “Dalam belajar ilmu agama itu walaupun guru tetap harus di-update terus skill-nya. Knowledge-nya harus terus di-update, harus terus diingatkan dan saling mengingatkan supaya dalam memberikan syiar Islam di tengah-tengah masyarakat, khususnya mengajarkan ngaji ini bisa terlaksana dengan baik,” ujar Pilar.

 

 Dia mengatakan, Pemkot Tangsel akan terus berkolaborasi dengan DPRD dan FPGN untuk memperkuat gerakan mengaji sekaligus menuntaskan persoalan buta Al-Qur’an di masyarakat.

 

 Menurut Pilar, tantangan yang dihadapi saat ini cukup besar. Perubahan teknologi dan kondisi sosial masyarakat membuat pola pembelajaran agama perlu ikut berkembang. Namun, hal tersebut tidak boleh membuat gerakan mengaji kehilangan kedekatannya dengan masyarakat.

 

 “FPGN tidak boleh menyerah, tidak boleh lekang ditelan waktu dan tidak boleh jauh dari masyarakat. Justru masyarakat ini harus terus didekatkan oleh FPGN supaya cerdas, modern, dan religius bisa terus terjaga di Tangerang Selatan,” katanya.

 

 Pilar menilai, tradisi mengaji yang dahulu menjadi bagian dari keseharian masyarakat perlu kembali diperkuat. Di tengah perkembangan teknologi, menurutnya, proses belajar mengaji tidak harus selalu dilakukan dengan cara konvensional.

 

 Berbagai platform digital dapat dimanfaatkan guru ngaji untuk memperluas jangkauan pembelajaran. Selain pertemuan tatap muka, pembelajaran dapat dilakukan melalui media sosial, video pembelajaran maupun siaran langsung.

 

 “Banyak sebenarnya yang bisa dilakukan, justru harusnya dimudahkan sekarang. Jadi tidak ada alasan untuk orang tidak mengaji,” tegasnya.

 

Dengan pemanfaatan teknologi tersebut, Pilar berharap gerakan mengaji tetap tumbuh dan mampu menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan. Di sisi lain, peningkatan kapasitas guru ngaji juga diharapkan menjaga kualitas syiar Islam di Tangsel agar tetap sejalan dengan nilai-nilai keagamaan sekaligus mampu mengikuti perkembangan zaman.(rmn)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit