TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Abu Vulkanik Membubung 400 Meter

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:48 WIB
Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau. Foto : Ist
Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau. Foto : Ist

LAMPUNG — Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Sabtu (22/8/2026) siang. Letusan tersebut memunculkan kolom abu vulkanik yang teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak.


Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, erupsi terjadi pada pukul 11.57 WIB. Kolom abu yang keluar dari kawah berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya.


Aktivitas vulkanik itu terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 55 milimeter. Letusan berlangsung selama 139 detik atau sekitar 2 menit 19 detik.


Dalam periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau sempat terlihat jelas. Namun, gunung kemudian tertutup kabut.


Asap kawah utama juga teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal. Kepulan asap terlihat mencapai ketinggian sekitar 100 hingga 400 meter dari puncak.


Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan. Angin bertiup lemah menuju barat daya dan barat laut. Sementara itu, suhu udara berada pada kisaran 27,5-30,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65-80 persen.


Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, mengatakan aktivitas gunung masih terus dipantau lantaran kondisi vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu.


"Erupsi yang terjadi siang ini terekam dengan jelas di seismograf dan secara visual kolom abunya mencapai sekitar 400 meter. Aktivitasnya masih terus kami pantau," kata Andi, Sabtu (22/8/2026).


Dia menjelaskan, arah angin menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan karena berpengaruh terhadap penyebaran abu vulkanik.


"Untuk saat ini, sebaran kolom abu mengarah ke barat daya. Masyarakat di wilayah yang berpotensi terkena abu tetap perlu mengantisipasi, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan," ujarnya.


Andi juga meminta masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Imbauan tersebut tetap berlaku meski kondisi laut di sekitar lokasi berdasarkan pemantauan terakhir relatif tenang.


"Masyarakat maupun wisatawan jangan mendekati Anak Krakatau. Ikuti rekomendasi yang ada dan jangan mengambil risiko dengan memasuki radius yang sudah ditetapkan," tuturnya.


Hingga kini, ketentuan keselamatan masih diberlakukan. Masyarakat, wisatawan, pengunjung, maupun pendaki dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.


Petugas mengingatkan seluruh pihak untuk mematuhi batas aman tersebut serta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit