TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Prabowo Kirim 1.200 Prajurit Tangani Karhutla Kalimantan

Reporter & Editor : AY
Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:33 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi saat konferensi pers. Foto : Ist
Mensesneg Prasetyo Hadi saat konferensi pers. Foto : Ist

PALANGKA RAYA - Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan. Sebanyak 1.200 prajurit TNI dari tiga batalyon akan segera dikirim untuk memperkuat personel di lapangan.


Selain penambahan personel, pemerintah juga menyiapkan sejumlah peralatan pendukung, termasuk helikopter untuk operasi water bombing, pompa air, mobil tangki, dan kendaraan pemadam kebakaran.


Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, personel TNI sebenarnya telah berada di sejumlah wilayah terdampak dan turut membantu pemadaman. Namun, kebutuhan di lapangan masih cukup besar sehingga diperlukan tambahan kekuatan.


Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam dua rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo, masing-masing di Kalimantan Barat pada pagi hari dan Kalimantan Tengah pada sore harinya.


“Tadi di dalam rapat koordinasi masih dibutuhkan tambahan, dan rencananya akan ada pengiriman kurang lebih tiga batalyon kembali, perbantuan dari Jawa, jumlah kurang lebih mencapai 1.200 prajurit. Insyaallah sore ini atau paling lambat besok sudah berada di lokasi,” kata Prasetyo usai rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Satgas Udara Aju, Palangka Raya, Sabtu (22/8).


Prasetyo menjelaskan, kunjungan Presiden Prabowo ke Kalimantan dilakukan untuk memantau langsung kondisi dan memastikan penanganan karhutla berjalan optimal.


“Jadi hari ini Bapak Presiden memutuskan untuk berkunjung ke Kalimantan, khususnya ke Kalimantan Barat tadi pagi, dan baru saja dilanjutkan beliau berkoordinasi ke Kalimantan Tengah, di Palangka Raya,” ujarnya.


Sejumlah wilayah yang terdampak karhutla berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Dalam rapat koordinasi, Presiden menerima laporan perkembangan penanganan sekaligus mendengarkan kebutuhan tambahan dari jajaran di daerah.


Penguatan operasi darat dan udara menjadi salah satu prioritas. Presiden langsung memutuskan penambahan berbagai peralatan untuk mempercepat pemadaman.


“Beberapa hal juga langsung diputuskan oleh Bapak Presiden, penambahan peralatan, mulai dari helikopter untuk water bombing, kemudian pompa air, kemudian di sini tadi juga kebutuhan pompa untuk sumur bor, kemudian juga penambahan personel,” kata Prasetyo.


Pemerintah juga akan mengirim tambahan mobil tangki dan kendaraan pemadam kebakaran sesuai kebutuhan di lapangan. Saat rapat berlangsung, Presiden Prabowo bahkan melakukan komunikasi melalui sambungan telepon untuk memastikan dukungan peralatan dapat segera dipenuhi.


Selain penanganan kebakaran, Presiden menekankan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.
“Yang pertama-tama tentu diminta kepada pemerintah provinsi dan seluruh jajaran untuk memastikan apabila ada masyarakat kita yang terdampak untuk ditangani dengan sebaik-baiknya,” ujar Prasetyo.


Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bekerja siang dan malam dalam menangani karhutla, mulai dari TNI, Polri, BNPB, BMKG hingga para relawan.


“Beliau menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada seluruh yang telah bekerja keras memadamkan karhutla ini,” kata Prasetyo.


Rapat koordinasi di Posko Aju Palangka Raya turut dihadiri Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Kepala BIN Herindra, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, serta sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit