TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Anggaran Kota Sehat Jadi Rp2,07 T

Reporter & Editor : Redaksi
Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:59 WIB
ils
ils

TANGERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat komitmen mewujudkan Kota Sehat dengan meningkatkan dukungan anggaran dari sekitar Rp1,26 triliun pada 2024 menjadi Rp2,07 triliun pada 2026.

 

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono mengatakan, peningkatan anggaran tersebut menjadi salah satu strategi untuk memperkuat pembangunan Kota Sehat secara berkelanjutan. Anggaran itu diarahkan untuk memperkuat sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) hingga kolaborasi di tingkat kewilayahan, termasuk bersama Forum Kota Tangerang Sehat (FKTS).

 

“Kami terus memberikan dukungan untuk program Kota Sehat semakin optimal, termasuk memberikan penambahan anggaran pada tahun ini sehingga bisa menyukseskan pembangunan berkelanjutan sekaligus menciptakan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik lagi,” ujar Maryono saat menerima Tim Penilai Verifikasi Lapangan Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Provinsi Banten di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (26/8).

 

Menurut Maryono, verifikasi lapangan tidak semata-mata menjadi proses penilaian, tetapi juga momentum bagi Pemkot Tangerang untuk memperoleh masukan dan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembangunan serta pelayanan publik.

 

“Verifikasi ini bukan hanya tentang penilaian, tetapi juga kesempatan bagi kami untuk terus belajar dan berbenah. Masukan dan rekomendasi dari tim penilai akan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan,” katanya.

 

Pemkot Tangerang terus memperkuat sembilan tatanan Kota Sehat, yakni kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, serta penanggulangan bencana.

 

Dalam penyelenggaraan KKS 2024–2025, penginputan data melalui Dashboard Sipantas disebut telah mencapai 100 persen. Sebanyak 16 indikator kelembagaan terpenuhi, sementara 136 indikator dalam sembilan tatanan telah terverifikasi 100 persen. Empat tatanan mencapai 100 persen dan lima lainnya berada di atas 95 persen.

 

Sejumlah indikator kesehatan juga menunjukkan capaian positif. Angka Harapan Hidup (AHH) Kota Tangerang mencapai 75,7 tahun pada 2025. Seluruh Posyandu tercatat aktif, sementara kasus kematian ibu berada di angka enam kasus.

 

Indeks kesehatan juga mencapai 87 persen pada 2025. Di sisi lain, prevalensi stunting turun menjadi 11,2 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Banten sebesar 21,1 persen dan nasional 19,8 persen.

 

Maryono menegaskan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dan bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan. Pemkot Tangerang menargetkan penghargaan tertinggi Swasti Saba Wistara Paripurna, namun manfaat program Kota Sehat bagi masyarakat tetap menjadi tujuan utama. “Penghargaan bukanlah tujuan akhir. Ini justru menjadi penyemangat untuk terus berinovasi, berbenah, dan memberikan pelayanan yang semakin baik,” tegasnya.

 

Ia berharap verifikasi lapangan dapat memperkuat kolaborasi sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program Kota Sehat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Kota Sehat bukan sekadar tentang indikator atau penghargaan, tetapi bagaimana manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ketika masyarakat dapat hidup sehat, aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan yang baik, di situlah makna Kota Sehat benar-benar kita wujudkan,” pungkas Maryono.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit