TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Ganggu Jantung dan Pembuluh Darah, Ini Penjelasan Dokter

Reporter & Editor : AY
Minggu, 06 September 2026 | 16:33 WIB
Spesialis Jantung Konsultan Pembuluh Darah, Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP (K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC. Foto : Ist
Spesialis Jantung Konsultan Pembuluh Darah, Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP (K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC. Foto : Ist

SERPONG - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar ke sejumlah wilayah. Masyarakat pun diminta mewaspadai dampak paparan abu tersebut, bukan hanya terhadap sistem pernapasan, tetapi juga terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.


Spesialis Jantung Konsultan Pembuluh Darah, Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP (K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC, menjelaskan bahwa abu vulkanik memiliki partikel berukuran sangat kecil dengan bentuk yang tajam. Partikel tersebut dapat masuk ke tubuh dan berpotensi memicu cedera serta peradangan pada pembuluh darah.


Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena gangguan pada pembuluh darah dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.


"Partikel-partikel abu vulkanik tidak seperti debu biasa. Dia membuat kerusakan, injury, inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah. Dan ingat, yang namanya serangan atau stroke itu sebenarnya adalah serangan pembuluh darah," ujar dr. Vito.


Cara Mengurangi Risiko Paparan Abu Vulkanik


Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, dr. Vito mengimbau masyarakat membatasi paparan, terutama ketika konsentrasi abu di udara masih tinggi.


Saat berada di dalam rumah, masyarakat dapat menggunakan penyaring atau filter udara. Sementara ketika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan mengenakan masker. Jika paparan abu cukup tinggi, penggunaan masker respirator seperti N95 dapat menjadi pilihan.


Masker N95 dirancang untuk menyaring sedikitnya 95 persen partikel udara berukuran sangat kecil, sehingga dapat membantu mengurangi paparan partikel abu vulkanik.


Selain itu, masyarakat disarankan menghindari aktivitas fisik berat, khususnya di luar ruangan, selama kondisi udara masih dipengaruhi abu vulkanik.


Dr. Vito juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat membersihkan abu yang menempel di rumah maupun lingkungan sekitar.


"Ketika membersihkan abu, bersihkan dengan cara yang hati-hati. Sedikit dibasahi. Jangan lupa, pakai pelindung mata dan masker," pesannya.


Dengan langkah perlindungan tersebut, masyarakat di wilayah terdampak diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit