BPBD: Tersebar Merata, Tapi Masih Tipis
Abu vulkanik mulai selimuti wilayah Kota Tangsel,namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan kualitas udara masih berada dalam kategori sedang dan dapat diterima bagi kesehatan.
Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha mengatakan, laporan dari petugas maupun hasil pengamatan di lapangan menunjukkan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) telah mencapai hampir seluruh wilayah Tangsel. Namun, intensitas abu yang terlihat masih tergolong ringan karena lapisannya cukup tipis.
“Hampir di seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan saya sudah mendapatkan laporan dan hasil pengamatan di lapangan bahwa sebaran abu vulkanik sudah berimbas pada seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan,” ujar Essa, Minggu (6/9).
Menurutnya, sebaran abu tersebut merupakan dampak material erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin ke arah wilayah Tangsel. Kondisi ini membuat abu vulkanik mulai dirasakan masyarakat meski belum sampai menyebabkan penurunan kualitas udara ke tingkat yang mengkhawatirkan.
“Namun demikian masih dalam kondisi ringan, artinya abunya masih cukup tipis. Tetapi kemudian bahwa sebaran abu vulkanik ini juga karena imbas terbawa angin yang ke arah kita di wilayah Tangsel,” katanya.
Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara Tangsel berada pada angka 84 atau masuk kategori sedang. Dengan kondisi tersebut, kualitas udara masih dinilai dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.
“Indeks Standar Pencemaran Udara Tangerang Selatan berdasarkan ISPU-nya berada di kategori sedang dengan angka 84. Artinya kualitas udaranya masih bisa diterima pada tingkat kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan,” jelas Essa.
Meski kualitas udara masih dalam kategori tersebut, masyarakat diminta tetap waspada. BPBD mengimbau warga, khususnya yang beraktivitas di luar rumah, menggunakan masker medis untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
"Saat ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan maupun BPBD sudah memberikan imbauan kepada masyarakat kaitan dengan senantiasa menggunakan masker bilamana melakukan aktivitas di luar rumah,” tuturnya.
Essa menegaskan, imbauan penggunaan masker diberikan karena abu vulkanik sudah tersebar di berbagai wilayah Tangsel. Langkah tersebut menjadi upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk melindungi saluran pernapasan selama sebaran abu masih terjadi.
“Fakta di lapangan abu vulkanik sudah tersebar merata di wilayah Tangerang Selatan. Maka tentunya kami mengimbau bahwa bagi masyarakat Tangsel yang beraktivitas di luar untuk senantiasa menggunakan masker medis,” ungkapnya.
Sebaran abu vulkanik tersebut berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali mengalami erupsi sejak Jumat (4/9). Berdasarkan laporan BPBD Tangsel yang mengacu pada informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.
Pada Jumat, erupsi tercatat beberapa kali sejak dini hari. Erupsi terjadi pada pukul 04:11 WIB dengan amplitudo 33 milimeter, kemudian pukul 04:19 WIB dengan amplitudo 60 milimeter dan pukul 04:28 WIB dengan amplitudo 70 milimeter. Pada pukul 05:46 WIB, erupsi disertai kolom abu setinggi sekitar 300 meter.
Aktivitas vulkanik kembali berlangsung pada malam harinya. Sekitar pukul 23:07 WIB, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi secara terus-menerus yang disertai fenomena lava fountain atau lava air mancur. Aktivitas tersebut berlanjut hingga Sabtu (5/9), dengan erupsi tercatat mulai pukul 00:01 WIB.
“Sekarang pun masih erupsi yang menerus. Tidak ada jeda, jadi menerus. Sehingga inilah yang menyebabkan sebaran abu vulkanik terus menyebar ke Jakarta, Jawa Barat dan seluruh wilayah Banten,” kata Essa.
Selain aktivitas erupsi, hasil pengamatan kegempaan pada 5 September 2026 mencatat satu kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi 21.600 detik. Kemudian tercatat dua kali gempa hembusan, 14 kali gempa low frequency, sembilan kali gempa hybrid, satu kali gempa vulkanik dangkal dan satu kali tremor menerus.
Sementara, kondisi cuaca di Tangsel terpantau cerah dengan suhu udara berkisar 29 hingga 31 derajat Celsius. BPBD bersama unsur terkait terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi kualitas udara di wilayah Tangsel.
Masyarakat juga diminta tidak panik namun tetap mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Untuk sementara, penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah menjadi salah satu langkah yang dianjurkan BPBD.
Essa mengatakan, Pemkot Tangsel akan melakukan rapat koordinasi untuk menentukan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan apabila kondisi erupsi maupun sebaran abu mengalami perubahan. Pembahasan nantinya juga akan melihat dampaknya terhadap aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar.
"Nanti kita akan melakukan rapat koordinasi tingkat Kota Tangerang Selatan untuk menetapkan langkah-langkah mitigasi maupun kesiapsiagaan. Nanti bagaimana perlakuannya, treatment terhadap aktivitas masyarakat, terhadap aktivitas belajar, mengajar dan lain sebagainya. Tentunya akan kita pantau terus perkembangannya,” pungkasnya.(rmn)
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 23 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu




