Hari Kedua Pencarian 8 Orang di Selat Sunda Masih Nihil, Tim SAR Kerahkan 7 SRU
PANDEGLANG – Tim SAR gabungan terus memperluas pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak saat berada di dalam speed boat di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.6
Memasuki hari kedua operasi SAR, Rabu (9/9/2026), tim gabungan mengerahkan tujuh Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir sejumlah sektor yang telah ditentukan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan area pencarian diperluas dengan membagi personel ke sejumlah sektor. Menurutnya, seluruh unsur SAR dikerahkan secara maksimal untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian.
“Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad, Rabu (9/9/2026).
Pada operasi SAR hari kedua, KN SAR Tetuka 247 melakukan penyisiran di Sektor 2 dengan total jarak 68,3 nautical mile (NM). Di sektor yang sama, KAL Anyer menyisir dengan jarak tempuh 69,5 NM.
Sementara itu, RIB 02 dan RIB 03 Lampung melakukan pencarian di Sektor 1 dengan total jarak penyisiran 67 NM. Tim memantau secara visual kawasan sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku hingga kawasan Gunung Anak Krakatau.
Penyisiran juga dilakukan RIB 02 Banten di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang. KP Sanjaya menyisir Sektor 4 dengan total jarak 67,3 NM. Adapun KRI Leuser dan KRI Lepu melakukan pencarian sesuai sektor yang telah ditentukan.
Sejumlah SRU juga melakukan pemantauan visual di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar. Namun, hingga laporan operasi diterima, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang dicari.
Pada pukul 13.31 WIB, SRU 1 yang menggunakan KN SAR Tetuka 247 melanjutkan pencarian berdasarkan titik koordinat SAR Map. Dalam proses tersebut, tim memantau Gunung Anak Krakatau mengeluarkan material debu vulkanik cukup tebal.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tim SAR karena keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam operasi pencarian.
“Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelas Al Amrad.
Hingga pukul 15.22 WIB, SRU 5 menggunakan KP Sanjaya masih melakukan penyisiran berdasarkan titik koordinat SAR Map. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari Warta (55), selaku kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Operasi SAR hari kedua melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan, serta masyarakat.
Berbagai sarana dikerahkan, antara lain KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, drone thermal, serta peralatan SAR air, medis, komunikasi dan perlengkapan pendukung lainnya.
Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan. Angin bertiup dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.
Al Amrad menegaskan, Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dengan mengevaluasi perkembangan operasi secara berkala untuk menentukan strategi berikutnya.
“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya. Kami berharap delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” pungkasnya.
Hingga berakhirnya Operasi SAR hari kedua, delapan orang tersebut masih dinyatakan dalam pencarian. Operasi akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi dan kondisi di lapangan.
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu





