TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Abu Vulkanik Masih Menghujani Tangsel, Pemkot Buka Peluang Perpanjang PJJ Layanan Publik Sipastikan Berjalan Normal

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 07 September 2026 | 16:53 WIB
Foto ; Ist
Foto ; Ist

SETU – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuka peluang memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar setelah sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau masih terpantau pada Senin (7/9). Keputusan lanjutan akan ditentukan setelah Pemkot Tangsel kembali mengevaluasi perkembangan sebaran abu vulkanik berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


Hal itu disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Ia menjelaskan, untuk sementara ini kebijakan PJJ masih baru diberlakukan selama satu hari ini.


“Kenapa satu hari? Karena saya ingin mendapatkan data lagi dan kita evaluasi lagi nanti sore, apakah harus diperpanjang satu atau dua hari lagi. Kita lihat nanti data BMKG yang selalu kami terima. Minimal sehari dua kali kami terima data dari BMKG. Namun sampai dengan hari ini, data menunjukkan bahwa penyebaran abu vulkanik itu masih terjadi,” jelasnya.


Kendati demikian, kata Benyamin, tak menutup kemungkinan pemberlakuan PJJ bisa saja diperpanjang. Hal itu akan diputuskan secara resmi dalam rapat evaluasi yang rencananya akan digelar Senin (7/9) sore ini. Pemkot akan kembali melakukan evaluasi dengan mempertimbangkan data terbaru yang diterima dari BMKG terkait sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.


“Sampai dengan hari ini, suhu udara 34 derajat Celsius dan masih ada abu vulkanik. Sehingga kemungkinan besar kita masih akan memberlakukan PJJ,” katanya.


Menurut dia, kebijakan PJJ ini diambil sebagai langkah pencegahan sebagai upaya perlindungan bagi anak dari paparan abu vulkanik.


“Pertama, aktivitas anak-anak tinggi. Kedua, rentan. Mulai dari PAUD sampai tingkat SMA (yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi), mereka lebih sensitif dan banyak bergerak,” katanya.


Oleh karena itu, Pemkot Tangsel juga akan membahas langkah penanganan abu vulkanik lebih lanjut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan, yakni melakukan penyiraman untuk mencegah partikel abu kembali beterbangan ketika tertiup angin.


“Nanti malam saya akan rapat dengan Pak Wakil dan dinas terkait. Bahkan akan diperluas lagi pembahasannya, apakah perlu penyiraman di fasilitas-fasilitas umum atas debu abu vulkanik yang ada di Tangerang Selatan, supaya kalau tertiup angin tidak menyebar lagi. Nanti malam akan saya rapatkan dengan teman-teman,” tuturnya.


Sementara di sisi lain, Benyamin memastikan pelayanan publik di lingkungan Pemkot Tangsel tetap berjalan normal. Seluruh perangkat daerah tetap diminta memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa.


“Masih tetap berjalan dan harus terus berjalan. Bahkan saya ingin menyiagakan dan meminta data dari Puskesmas serta faskes kita mengenai seberapa besar angka ISPA saat ini. Ini juga akan menjadi bahan evaluasi kami,” tegasnya.


Sementara terpisah, Penata Layanan Operasional sekaligus Komandan Pleton Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan, mengatakan berdasarkan pantauan citra BMKG pada pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, Senin (7/9), sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terpantau konsisten.


Arah pergerakan abu berada pada jalur barat daya hingga barat laut dengan ketinggian sekitar 15.000 kaki atau setara 4,5 kilometer. Sebarannya mencakup sebagian wilayah perairan, Banten, Lampung, hingga sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat.


Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas dengan memperhatikan perlindungan kesehatan, khususnya saat berada di luar ruangan.


“Masyarakat diimbau tidak panik tapi juga tetap menjaga kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan dengan menggunakan masker dan kacamata, serta mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas,” kata Dian.


Berdasarkan situs resmi pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup per pukul 16.45 WIB, indikator kualitas udara Kota Tangsel berada pada kategori sedang di angka 70. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara masih dalam kategori yang relatif aman bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit