Sinner Ukir Sejarah! 32 Kemenangan Beruntun, Rekor Djokovic Tumbang
ITALIA - Petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, kembali menorehkan sejarah di dunia tenis. Bintang muda asal Italia itu resmi mencatat 32 kemenangan beruntun di ajang ATP Masters 1000 setelah menyingkirkan Andrey Rublev dengan skor 6-2, 6-4 pada perempat final Internazionali BNL d’Italia di Roma, Kamis waktu setempat.
Catatan luar biasa tersebut membuat Sinner melewati rekor milik legenda Serbia, Novak Djokovic, yang sebelumnya membukukan 31 kemenangan beruntun pada 2011.
Kemenangan atas Rublev sekaligus menempatkan Sinner sendirian di puncak sejarah ATP Masters 1000. Sebelumnya, ia telah menyamai rekor Djokovic usai menang di babak keempat turnamen Roma awal pekan ini.
Dominasi di level Masters 1000 memang selama ini identik dengan nama-nama besar tenis dunia. Djokovic pernah mencatat 30 kemenangan beruntun pada periode 2014–2015 dan 23 kemenangan pada 2013–2014. Sementara itu, Roger Federer pernah menorehkan 29 kemenangan beruntun, sedangkan Rafael Nadal membukukan 23 kemenangan tanpa kalah pada 2013.
Perjalanan fantastis Sinner dimulai dari Paris Masters pada November 2025. Saat itu, ia membuka langkah dengan mengalahkan Zizou Bergs sebelum akhirnya keluar sebagai juara.
Kekalahan terakhir Sinner di turnamen Masters 1000 terjadi di Shanghai Masters, Oktober 2025, ketika ia terpaksa mundur akibat cedera saat menghadapi Tallon Griekspoor.
Sejak saat itu, performa petenis berusia 24 tahun tersebut benar-benar sulit dibendung. Pada Maret lalu, Sinner sukses menyapu gelar Indian Wells dan Miami Open sekaligus mencetak “Sunshine Double” tanpa kehilangan satu set pun — pencapaian yang terakhir kali dilakukan Federer pada 2017.
Keperkasaannya terus berlanjut di musim lapangan tanah liat. Sinner menaklukkan rival utamanya, Carlos Alcaraz, di final Monte-Carlo Masters sebelum mengalahkan Alexander Zverev pada final Madrid Open.
Hebatnya lagi, Sinner kini menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu menjuarai lima turnamen Masters 1000 secara beruntun.
Selama rangkaian 32 kemenangan tersebut, Sinner hanya kehilangan dua set. Bahkan, dari Paris hingga Miami, ia sempat mencatat 37 set kemenangan beruntun — sebuah statistik yang menunjukkan level konsistensinya saat ini.
Kini, sejarah lain sudah menanti di Roma. Jika berhasil menjadi juara pada Minggu nanti, Sinner akan menjadi petenis putra kedua setelah Djokovic yang mampu meraih Career Golden Masters, yakni menjuarai seluruh sembilan turnamen ATP Masters 1000.
Tak hanya itu, ia juga berpeluang menjadi petenis tunggal putra Italia pertama yang menjuarai turnamen Roma sejak era Adriano Panatta pada 1976.
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu


