Latih Macaw Terbang Bebas, Tangerang Parrot Lovers Utamakan Bonding
TANGERANG — Suara kepakan sayap dan warna-warni bulu burung macaw menjadi pemandangan menarik dalam aktivitas komunitas Tangerang Parrot Lovers (TPL). Setiap akhir pekan, para penghobi berkumpul untuk melatih burung kesayangan mereka terbang bebas atau free fly di ruang terbuka.
Bagi anggota TPL, menerbangkan macaw bukan sekadar aktivitas rekreasi. Ada proses panjang yang harus dilakukan pemilik agar burung memiliki kepercayaan dan mampu mengenali orang yang merawatnya.
TPL merupakan komunitas pencinta burung paruh bengkok yang didirikan Fadhlin Akbar pada 2016. Komunitas ini kini berkembang dengan jumlah anggota lebih dari 40 orang.
Angga, salah seorang anggota TPL, menuturkan free fly menjadi salah satu aktivitas yang membuat memelihara macaw semakin menarik. Namun, burung tidak bisa langsung dilepas terbang begitu saja.
Menurutnya, hubungan antara burung dan pemilik harus terlebih dahulu terbangun melalui proses bonding. Interaksi rutin menjadi kunci agar macaw mengenali suara, kebiasaan, serta sosok pemiliknya.
“Burung macaw itu identik dengan diterbangkan, di situlah seninya. Sebelum diterbangkan, burung itu wajib bonding atau dekat dengan owner. Cara pendekatannya adalah dengan sering memberi dia makan dan berinteraksi,” jelas Angga.
Selain membangun kedekatan, pemilik juga perlu memiliki cara agar burung dapat mengenali keberadaannya saat berada di udara. Salah satunya dengan menggunakan pakaian atau penanda tertentu yang mudah terlihat.

Foto : Gio MG
“Owner juga wajib menggunakan penanda khusus seperti baju putih, biru dan lain sebagainya agar dikenali oleh burungnya,” lanjutnya.
Memelihara macaw juga membutuhkan komitmen, termasuk dari sisi biaya. Harga burung paruh bengkok yang berasal dari kawasan Amerika Selatan itu disebut dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, bergantung pada jenis dan karakteristiknya. Kisaran harganya mulai sekitar Rp40 juta hingga Rp300 juta.
Meski memiliki nilai ekonomi tinggi, bagi penghobi TPL, macaw bukan sekadar koleksi mahal. Ada tanggung jawab untuk merawat, membangun kedekatan, sekaligus melatihnya agar mampu terbang dengan baik dan kembali kepada pemilik.
Rutinitas free fly yang digelar setiap akhir pekan pun menjadi ajang bagi para anggota untuk saling berbagi pengalaman. Dari perawatan hingga teknik melatih burung, berbagai pengetahuan dibagikan di antara sesama penghobi.
Aktivitas tersebut sekaligus memperkuat hubungan antaranggota TPL dan menjaga semangat komunitas pecinta burung paruh bengkok di Tangerang tetap hidup.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 10 jam yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu






