TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Krisis Air Bersih Belum Usai, BSR & Tagana Kembali Kucurkan Bantuan

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Rabu, 23 September 2026 | 09:15 WIB
ANTRE AIR BERSIH. Emak-emak warga Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, sedang antre menunggu giliran agar mendapatkan bantuan air bersih yang dibawa oleh personel BSR dan Tagana, Senin (21/9) sore. (DOK BSR)
ANTRE AIR BERSIH. Emak-emak warga Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, sedang antre menunggu giliran agar mendapatkan bantuan air bersih yang dibawa oleh personel BSR dan Tagana, Senin (21/9) sore. (DOK BSR)

PANDEGLANG - Walau sebagian wilayah di Kabupaten Pandeglang sudah diguyur hujan, namun masyarakat yang dilanda krisis air bersih dampak dari kemarau panjang belum usai. Kondisi itu, seperti yang dialami ratusan Kepala Keluarga (KK) di Desa Idaman, Surianeun dan Rahayu, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang. Mereka masih mengeluhkan air bersih, dan keringnya sumur resapan yang dimiliki.

 

Pembina Boedak Saung Rescue (BSR) Ade Mulyana menyatakan, pada Senin (21/9) dia bersama tim dan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), kembali turun menyalurkan bantuan air bersih.

 

“Bantuan air bersih yang disalurkan, untuk warga Desa Idaman 10 liter air bersih, untuk warga Desa Surianeun 5000 liter air bersih dan untuk warga Desa Rahayu 5000 liter air bersih,” ungkap Ade, Selasa (22/9).

 

Bantuan yang dikucurkannya, mengingat ada permintaan dari aparatur dan warga desa setempat. Sehingga, semaksimal mungkin kebutuhan tersebut disalurkan untuk membantu meringankan beban warga setempat.

 

Terpisah, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang, Baihaki Rahmat, menyatakan, pihaknya juga masih banyak info masyarakat terdampak kekeringan. 

 

Hanya saja, akibat Keterbatasan armada mobil tangki air dan jangkauan yang cukup jauh, kebutuhan atau permintaan itu tidak semuanya dapat dipenuhi dalam satu waktu sekaligus.

 

“Untuk wilayah yang masih mengalami kekeringan, diantaranya Kecamatan Munjul, Sukaresmi, Patia, Angsana, Panimbang, Sobang, Sindangresmi, Bojong, Labuan, Cadasari, Mekarjaya, Cigeulis, Cikeusik, Majasari dan Mekarjaya,” jelasnya. 

 

Sejauh ini, ujarnya, pihaknya juga masih terus berkoordinasi dengan BPBD-PK, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Dinsos Provinsi Banten, serta TNI/Polri dan para pihak terkait lainnya.

 

Ketika ada permintaan atau permohonan bantuan air bersih yang disampaikan kepadanya, dan belum dapat direalisasi, ujarnya lagi, hal itu akan dikoordinasikan dengan pihak lain.

 

“Bahkan, banyak donatur pribadi atau atasnama lembaga juga yang berkolaborasi dengan kami, menyalurkan bantuan air bersih itu,” tuturnya. 

 

Sementara, Kepala Desa (Kades) Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Ilman mengaku, hingga kini belum turun hujan ke wilayahnya. 

 

Selain itu juga, tukasnya, sumur mandi warga masih kering dan belum bisa digunakan. “Kalaupun ada airnya, masih anta. Tidak dapat digunakan untuk minum dan kebutuhan sehari-hari,” katanya.

 

Dirinya berharap, mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) terkait musibah kekeringan yang kerap dialaminya setiap tahun, khususnya saat musim kemarau.

 

“Kalau sudah musim kemarau, jangankan untuk kebutuhan minum atau sehari - hari, ratusan hektar lahan persawahan-pun tak dapat teraliri air dan terancam gagal panen,” imbuhnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit