Dindikbud Tangsel Siapkan Penghargaan bagi Pelajar Penghafal Kitab Suci
CIPUTAT — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan program penghargaan bagi pelajar penghafal kitab suci agama. Program tersebut disosialisasikan kepada peserta didik, pendidik, serta pengelola lembaga pendidikan selama dua hari, hingga Selasa (22/9).
Kegiatan yang digelar melalui Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) itu menyasar peserta didik dari jenjang pendidikan yang berbeda.
Hari pertama, Senin (21/9), sosialisasi diperuntukkan bagi peserta didik PAUD dan Raudhatul Athfal (RA). Sedangkan pada Selasa (22/9), kegiatan dilanjutkan untuk peserta didik Pendidikan Kesetaraan Paket C.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dindikbud Tangsel, Rizkia Fitria, mengatakan program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap penguatan karakter spiritual peserta didik.
"Program ini bertujuan untuk memberikan apresiasi, motivasi, serta mendukung penguatan karakter spiritual peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Tangerang Selatan," ujar Rizkia.
Menurutnya, sosialisasi diperlukan agar seluruh pihak yang terlibat memahami mekanisme program penghargaan tersebut. Dengan begitu, pelaksanaan pemberian penghargaan dapat dilakukan berdasarkan ketentuan dan kriteria yang telah disiapkan.
"Melalui sosialisasi ini, para peserta, pendidik, dan pengelola lembaga pendidikan mendapatkan informasi mengenai tata cara, kriteria penilaian, hingga skema penghargaan yang akan diberikan kepada para pelajar penghafal kitab suci," jelasnya.
Untuk mendukung objektivitas dan kualitas pelaksanaan program, Dindikbud menghadirkan narasumber ahli dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kota Tangsel.
Narasumber memberikan penjelasan terkait tata cara pelaksanaan hingga kriteria penilaian yang menjadi bagian penting dalam program penghargaan tersebut.
Rizkia menambahkan, program ini diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk terus mengembangkan kemampuan menghafal kitab suci. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
"Harapannya, program ini tidak hanya mendorong capaian hafalan kitab suci anak-anak sejak usia dini hingga pendidikan nonformal, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai keagamaan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat," pungkasnya.
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu





