TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Remaja 14 Tahun Asal Tangsel Disekap Lima Hari, Diduga Diperkosa Pemuda 28 Tahun

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 24 September 2026 | 09:08 WIB
Ketua RT menunjukkan tempat remaja putri disekap. Foto : Ist
Ketua RT menunjukkan tempat remaja putri disekap. Foto : Ist

SERPONG — Seorang remaja perempuan berusia 14 tahun asal Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan selama lima hari di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.


Korban diduga disekap oleh seorang pemuda berusia 28 tahun yang dikenalnya melalui media sosial. Perkenalan keduanya berlangsung sekitar dua hingga tiga hari sebelum korban diajak bertemu.


Ketua RT 04/RW 07 Kelurahan Ciater, Arpian, membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, pelaku diduga membujuk korban dengan janji akan menikahi dan memberikan kehidupan yang layak.


"Perkenalan itu sekitar dua atau tiga hari, tapi sudah intens. Pelakunya memang bujuk rayunya bagus, mau dinikahi dan dikasih nafkah yang layak," ujar Arpian, Rabu (23/9/2026).


Pelaku kemudian mengajak korban bertemu pada Rabu (16/9/2026). Korban dijemput menggunakan sepeda motor di dekat rumahnya tanpa diketahui keluarga.


Saat kejadian, kedua orang tua korban sedang tertidur karena kelelahan setelah pulang dari kampung halaman di Serang.
Keluarga baru menyadari korban tidak berada di rumah setelah beberapa waktu. Mereka kemudian melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal.


Seorang warga mengaku sempat melihat seorang pria mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna hitam menjemput korban di depan rumah. Informasi tersebut kemudian diperkuat dengan rekaman kamera pengawas atau CCTV.
"Ada yang bilang dijemput cowok naik motor Beat warna hitam. Setelah dicek CCTV, ternyata memang ada," kata Arpian.


Pihak keluarga kemudian berupaya melacak keberadaan korban melalui jejak digital dan media sosial. Dari penelusuran tersebut, keluarga menemukan akun Instagram yang diduga milik pelaku. Namun, akun tersebut kemudian tidak lagi aktif.


Setelah beberapa upaya, kerabat korban akhirnya berhasil memancing pelaku berkomunikasi melalui pesan langsung atau direct message (DM). Dalam percakapan itu, pelaku menyatakan akan mengantarkan korban pulang ke kawasan Ciater Permai pada Senin (21/9/2026) malam.


Kesempatan tersebut dimanfaatkan keluarga dan warga untuk menunggu kedatangan pelaku. Setibanya di lokasi, pelaku langsung dipergoki warga.
Warga yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian mengepung dan menghakimi pelaku hingga mengalami luka-luka.


"Di Ciater Permai sudah ramai, pelaku ketahuan dan dikepung warga. Saya dapat informasi awal dari RT di kompleks bahwa pelaku sudah kena. Langsung saya hubungi Linmas," tutur Arpian.


Selain pelaku utama, warga juga menduga ada seorang pria lain yang terlibat. Orang tersebut disebut melarikan diri menggunakan sepeda motor ketika pengepungan berlangsung.


Menurut informasi yang diterima Arpian dari keluarga korban, pelaku diduga membawa pulang korban setelah tetangganya di Pasar Rebo mulai curiga mendengar suara teriakan dari dalam tempat tinggal pelaku.


Selama berada di tempat tersebut, korban diduga mengalami kekerasan seksual dan mendapat ancaman akan dibunuh.


"Menurut pengakuan bapaknya, korban sempat berteriak dan tetangga pelaku sudah curiga. Mungkin karena itu korban akhirnya diantarkan pulang," ujarnya.


Kasus tersebut selanjutnya ditangani pihak berwajib untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan penyekapan, kekerasan seksual, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit