Gus Ipul Minta Penyaluran Bansos Dipermudah, Gandeng Mandiri dan Pos Indonesia
JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong agar penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat tidak lagi terkendala proses administratif yang berbelit.
Kementerian Sosial (Kemensos) pun memperkuat kerja sama dengan Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia untuk mempercepat serta mempermudah proses penyaluran bantuan kepada penerima manfaat.
Gus Ipul mengatakan, sinergi dengan Bank Mandiri selama ini telah mendukung berbagai program Kemensos, termasuk penyaluran bansos, penanganan kebencanaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Ke depan, kerja sama tersebut akan diperkuat untuk mengatasi berbagai kendala teknis yang masih ditemukan di lapangan.
“Justru kita harus perkuat ini ke depan. Selama ini kita sudah banyak kerja sama, khususnya dalam penyaluran bantuan sosial. Kita telah dibantu banyak oleh Bank Mandiri,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pembukaan rekening kolektif (burekol). Kemensos ingin proses pembukaan rekening, pencetakan kartu, hingga distribusinya tidak menjadi hambatan bagi penerima bansos.
Dalam evaluasi bersama, Bank Mandiri dinilai cukup responsif membantu menyelesaikan kendala penyaluran. Namun, distribusi kartu serta kehadiran penerima manfaat untuk proses verifikasi masih perlu dibenahi.
Gus Ipul juga mengusulkan agar layanan Bank Mandiri dapat lebih dekat dengan masyarakat penerima bansos. Salah satu opsi yang dibahas adalah memanfaatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), baik melalui agen maupun skema layanan lainnya.
“Yang paling mungkin itu adalah layanan Mandiri di KDMP. Apakah lewat agen atau lewat apa, silakan, Pak. Nanti didiskusikan lebih detail,” ujarnya.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menyatakan kesiapan pihaknya mendukung percepatan penyaluran bansos. Menurutnya, pembagian wilayah layanan antarbank juga dapat dibahas untuk membuat proses penyaluran lebih efektif.
“Kita akan support, Pak,” kata Henry.
Selain dengan Bank Mandiri, Kemensos menjajaki skema baru bersama PT Pos Indonesia. Pembahasan dilakukan Gus Ipul bersama Direktur Utama PT Pos Indonesia Muhammad Iskandar Kunaefi.
Salah satu yang dibahas adalah mekanisme pembukaan rekening kolektif secara langsung melalui layanan PT Pos Indonesia. Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat proses sekaligus menghilangkan biaya bagi penerima manfaat.
“Beliau ternyata bisa merancang skema tanpa biaya dan bisa buka rekening juga di tempat beliau, lebih cepat,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul berharap skema baru tersebut memiliki dasar hukum yang kuat. Karena itu, dia mendorong agar kerja sama penyaluran bansos tersebut nantinya memiliki payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres).
“Saya ingin kerja sama ini berlanjut, tapi dalam skema baru dan dilindungi oleh Perpres,” tegasnya.
Menurut Gus Ipul, pembenahan mekanisme penyaluran menjadi penting agar bansos benar-benar dapat diterima masyarakat yang membutuhkan tanpa terhambat persoalan administratif maupun teknis.
Pasalnya, proses penyaluran bansos melibatkan sejumlah tahapan, mulai dari penetapan penerima, pembukaan rekening, verifikasi, penerbitan kartu, hingga pencairan.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu





