TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dongkrak PAD dan Peningkatan Kualitas Layanan Publik, Bapenda Tangsel Dorong Pembentukan Ekosistem Digital

Proyek perubahan PKN II angkatan XVI

Reporter & Editor : Irma Permata Sari
Kamis, 24 September 2026 | 21:01 WIB
Kepala Bapenda Tangsel, Eki Herdiana. (Tangselpos/irm)
Kepala Bapenda Tangsel, Eki Herdiana. (Tangselpos/irm)

SERPONG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan memodernisasi tata kelola perpajakan daerah melalui proyek perubahan dengan pembentukan ekosistem digital. Langkah strategis ini diluncurkan Kepala Bapenda Tangsel, Eki Herdiana, sebagai wujud nyata transformasi digital perpajakan daerah guna optimalisasi PAD dan peningkatan pelayanan publik berbasis teknologi.

 

Kepala Bapenda Tangsel, Eki Herdiana menjelaskan bahwa pada dasarnya tata cara pembayaran pajak di Tangsel sudah menerapkan sistem digital melalui e-BPHTB, e-SPPT, e-SKRD dan berbagai kanal perbankan. Namun, digitalisasi memang perlu disempurnakan untuk beberapa aspek yang lain. 

 

"Yaitu penguatan data, pengawasan wajib pajak, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat," papar Eki. 

 

​Salah satu kemudahan utama yang dapat langsung dirasakan masyarakat melalui ekosistem digital ini adalah hadirnya platform PBB Online. Layanan ini memangkas birokrasi dan memudahkan masyarakat dari sisi waktu. 

 

​"Sekarang masih banyak masyarakat yang datang ke kantor untuk memperbaiki nama dan alamat pada SPPT. Nanti ke depan, kalau layanan PBB online ini sudah jalan, masyarakat tidak perlu datang lagi ke kantor. Cukup dari rumah saja mengunggah dokumen persyaratan seperti KTP dan Sertifikat. Selama dokumennya sesuai, sistem akan memprosesnya," jelas Eki.

 

Dalam upaya penyempurnaan akurasi data PBB, Bapenda Tangsel juga melakukan integrasi antara data Nomor Objek Pajak (NOP) dengan Nomor Induk Bidang (NIB) yang dimiliki BPN/ATR.

 

"Latar belakangnya dulu diserahkan kewenangan pemungutan PBB dari SISMIOP kantor pajak ke daerah tahun 2014 dengan data yang belum terverifikasi. Nah, data itu kita integrasikan dengan data NIB yang ada pada sertifikat. Dari integrasi tersebut, akan terlihat berbagai kondisi dari NOP dan NIB," jelasnya.

 

​Tak berhenti pada administrasi PBB, inovasi ini juga menghadirkan program PAD Booster yang mengusung konsep pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui fitur ini, warga yang selesai bertransaksi di restoran cukup memfoto struk pembayarannya lalu mengunggahnya ke nomor WhatsApp resmi Bapenda Tangsel. Sistem AI secara otomatis akan membaca (OCR/scanning), menyalin detail nilai transaksi, serta mengidentifikasi koordinat lokasi restoran tersebut secara presisi.

 

​"PAD Booster itu sebetulnya mengajak partisipasi masyarakat yang melakukan transaksi untuk menyampaikan struk pembayarannya melalui WA yang disiapkan oleh Bapenda," tuturnya.

 

Kontribusi masyarakat ini, kata Eki, sangat berdampak dan membantu pemerintah dalam hal pengawasan.

 

"Keterbatasan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal pengawasannya, dan waktu untuk pengawasan serta pemeriksaan yang cukup panjang. Dengan teknologi ini, kita mengajak partisipasi masyarakat untuk menyampaikan struk pembayarannya ke Bapenda melalui WA yang disiapkan, itu sebagai data pembanding saja dalam konteks pengawasan," terangnya. 

 

​Pelaksanaan proyek perubahan ini diharapkan mampu mencapai target jangka panjang secara bertahap hingga implementasi penuh pada tahun 2027. Tahapan target diawali dari pemantapan integrasi data dan penyiapan data sistem PBB online, perluasan partisipasi masyarakat di sektor pajak restoran via WhatsApp, hingga nantinya ditargetkan mencakup seluruh jenis pajak daerah lainnya yang memiliki bukti transaksi pembayaran seperti perhotelan, hiburan, dan jasa lainnya.

 

Bagi Bapenda dan Pemerintah Kota Tangsel, manfaat inovasi ini diwujudkan dalam bentuk akurasi database perpajakan yang jauh lebih bersih, pengawasan lapangan yang presisi berbasis rekomendasi data AI, serta kemudahan masyarakat dalam melakukan pelayanan perpajakan. 

 

​Pada akhirnya, optimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari ekosistem ini akan dikembalikan penuh untuk kemanfaatan seluruh warga Tangsel. PAD yang kuat dan terukur akan menjadi fondasi utama dalam membiayai percepatan pembangunan infrastruktur kota, peningkatan sarana kesehatan, serta peningkatan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Tangerang Selatan.

 

​"Melalui ekosistem digital ini, kita ingin memastikan bahwa tata kelola perpajakan di Tangsel tidak hanya memberikan kemudahan bagi warga, tetapi juga transparan dan akuntabel demi menopang keberlanjutan pembangunan daerah," pungkas Eki Herdiana.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit