Evaluasi GP Austria, Bagnaia Ungkap Ducati Loyo di Tikungan
AUSTRIA— Francesco Bagnaia mengungkap penyebab Ducati kesulitan tampil kompetitif pada MotoGP Austria 2026. Menurut pembalap Ducati Lenovo itu, Desmosedici kehilangan performa saat memasuki tikungan hingga keluar tikungan.
Bagnaia mengawali balapan utama di Red Bull Ring dari posisi ketujuh dan finis di posisi yang sama. Ia sempat naik satu posisi setelah pembalap Gresini, Fermin Aldeguer, mendapat penalti seusai balapan.
Hasil tersebut membuat Bagnaia gagal bersaing di barisan depan. Ia finis di depan Fabio Di Giannantonio dan hanya terpaut beberapa detik dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang menempati posisi kelima.
Bagnaia menilai hasil itu belum menunjukkan dirinya mampu memangkas jarak dengan para pembalap Ducati lainnya.
“Sulit untuk mengatakannya. Kami jelas bekerja dengan baik sebagai tim dan melakukan yang terbaik. Namun, sejujurnya, alih-alih saya yang mendekati pembalap Ducati lain, justru merekalah yang mendekati posisi saya,” ujar Bagnaia seperti dikutip Crash.
Menurut Bagnaia, Red Bull Ring seharusnya menjadi salah satu sirkuit yang cocok dengan karakter Ducati. Lintasan tersebut memiliki sejumlah pengereman keras dan trek lurus panjang yang biasanya menjadi keunggulan Desmosedici.
Namun, kondisi berbeda dirasakan pada balapan kali ini. Ducati kehilangan kecepatan ketika memasuki tikungan dan kesulitan mendapatkan traksi saat motor mulai tegak untuk berakselerasi.
“Menurut saya, hari ini kami mengalami penurunan performa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami kekurangan kecepatan saat masuk tikungan maupun di dalam tikungan, terutama pada fase awal ketika motor kembali tegak. Kami tidak bisa mendapatkan traksi yang baik,” jelasnya.
Masalah traksi tersebut berdampak langsung pada akselerasi. Ducati kesulitan mengembalikan kecepatan setelah keluar tikungan sehingga waktu yang hilang semakin besar.
Bagnaia bahkan membandingkan data balapan sebelumnya di Austria. Dari data tersebut, terlihat jelas perbedaan kemampuan Ducati dalam membawa kecepatan saat memasuki tikungan dan mendapatkan traksi ketika keluar.
“Belakangan ini saya mencoba melihat data lama. Anda bisa melihat dengan jelas perbedaannya pada fase akhir saat memasuki tikungan dan fase awal saat keluar tikungan,” ungkapnya.
“Saat itu kami mampu membawa kecepatan jauh lebih tinggi ke dalam tikungan dan mendapatkan traksi yang lebih baik,” sambung Bagnaia.
Meski demikian, Bagnaia menilai bukan hanya Ducati yang mengalami penurunan. Secara keseluruhan, catatan waktu balapan di Red Bull Ring tahun ini lebih lambat dibandingkan musim-musim sebelumnya.
“Hal itu terlihat jelas dari hasilnya karena balapan hari ini berlangsung jauh lebih lambat dibandingkan masa lalu bagi semua pembalap. Bahkan Pedro Acosta, sang pemenang, tidak mencatatkan waktu yang sangat cepat untuk keseluruhan durasi balapan,” tuturnya.
Bagnaia menduga kondisi lintasan turut memengaruhi performa. Namun, ia mengakui Ducati kehilangan waktu lebih banyak dari perkiraan.
“Mungkin faktor kondisi lintasan juga berpengaruh, tetapi kami memang kehilangan lebih banyak waktu daripada yang kami perkirakan,” imbuhnya.
Bagnaia mengaku tidak menyangka Ducati bakal menghadapi kesulitan sebesar itu di Austria. Sebaliknya, ia sudah memperkirakan KTM dan Aprilia akan menjadi pesaing kuat.
“Saya tidak menyangka Ducati akan begitu kesulitan, namun saya memang memperkirakan KTM dan Aprilia akan tampil sangat kuat,” kata Bagnaia.
Ia menambahkan, Aprilia telah menunjukkan perkembangan sejak musim lalu. Sementara KTM dinilai mengalami peningkatan setelah melakukan perubahan pada mesinnya sejak seri Aragon.
Nasional | 21 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 22 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 21 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu





