Polresta Soetta Bongkar Jaringan Narkotika Internasional, 14 Tersangka Diciduk
TANGERANG – Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta membongkar jaringan narkotika nasional dan internasional. Dalam rangkaian operasi tersebut, sebanyak 14 tersangka ditangkap dan sejumlah besar narkotika disita.
Berdasarkan siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (3/10/2026), pengungkapan itu terdiri atas enam laporan polisi. Empat laporan merupakan hasil operasi gabungan Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan Bea Cukai, sementara dua lainnya merupakan hasil pengembangan Satuan Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
"Dalam bahan pengungkapan tersebut disebutkan total tersangka sebanyak 14 orang," demikian keterangan dalam siaran pers.
Dari operasi gabungan, 11 tersangka diamankan. Mereka terdiri atas empat Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial TR, MH, TB, dan RN; enam warga negara India berinisial SSM, MKS, SMAS, RK, SPMA, dan SNK; serta satu warga negara Singapura berinisial LHM.
Sementara tiga tersangka lainnya, yakni WNI berinisial DAD alias A, MR, dan IAPY alias I, ditangkap dalam pengungkapan jaringan sabu serta clandestine laboratory (clandestine lab) etomidate oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam rangkaian pengungkapan tersebut, polisi menyita berbagai jenis barang bukti. Di antaranya etomidate cair sebanyak 2,250 kilogram, etomidate cair 779,7 gram beserta 11 cartridge siap edar, etomidate serbuk 8,078 kilogram bersama 33,9 gram sabu dan 25 cartridge siap edar, serta etomidate bubuk 5,032 kilogram.
Selain itu, petugas menyita 2,217 kilogram sabu dan 223 cartridge berisi etomidate siap edar.
Dalam rekapitulasi pengungkapan, total barang bukti yang diamankan mencapai 3,029 kilogram etomidate cair, 13,110 kilogram etomidate berbentuk bubuk, 249 cartridge etomidate dalam kemasan siap edar, serta sabu sebanyak 2,250,9 kilogram.
"Dalam bahan rekapitulasi disebutkan total barang bukti yang telah diamankan sebanyak 3,029 kilogram etomidate cair, 13,110 kilogram etomidate berbentuk bubuk, 249 cartridge etomidate dalam kemasan siap edar, serta narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 2,250,9 kilogram," demikian keterangan tersebut.
Polisi juga menemukan tiga clandestine lab yang diduga digunakan untuk mengolah etomidate. Ketiga lokasi tersebut berada di sebuah perumahan mewah di kawasan Jakarta Utara, apartemen di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), serta sebuah perumahan di Sidoarjo, Jawa Timur.
Dari barang bukti yang diamankan, polisi memperkirakan narkotika tersebut dapat diolah menjadi sekitar 23.817 pcs etomidate siap edar.
Jika seluruh barang bukti tersebut beredar di masyarakat, nilai ekonominya diperkirakan mencapai sekitar Rp145,56 miliar.
"Barang bukti tersebut disebutkan berpotensi menyelamatkan sebanyak 106.353 jiwa generasi bangsa Indonesia," tulis siaran pers Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 19 jam yang lalu
Nasional | 18 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




