Basarnas Setop Penyelaman KM Virgo, 55 Korban Masih Hilang
JAKARTA – Basarnas menghentikan penyelaman untuk mencari korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan kondisi badan kapal dan jasad korban semakin tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian bawah air secara efektif dan aman.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, pada awal operasi SAR, sejumlah korban yang berada di dalam kapal masih dalam kondisi memungkinkan untuk dievakuasi melalui penyelaman. Korban yang dikeluarkan dari badan kapal juga masih dapat ditemukan di permukaan laut.
“Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut dengan komunikasi yang dimiliki tim,” kata Syafii, dikutip Antara, Minggu (4/10/2026).
Namun, kondisi tersebut berubah seiring struktur kapal yang terus mengalami perubahan sejak tenggelam. Kondisi badan kapal yang semakin labil juga meningkatkan risiko bagi penyelam.
Menurut Syafii, korban yang ditemukan di dalam kapal kini berpotensi terurai ketika dikeluarkan. Kondisi ini membuat metode penyelaman tidak lagi efektif untuk diteruskan.
“Kalau pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang,” ujarnya.
Basarnas berharap proses salvage atau pengangkatan badan kapal segera dilakukan oleh pemilik kapal.
Pengangkatan tersebut penting untuk memastikan apakah korban yang belum ditemukan masih berada di dalam badan kapal.
Jika kapal berhasil diangkat dari dasar laut, proses pencarian dan evakuasi korban diharapkan dapat dilakukan dengan kondisi yang lebih aman dan memungkinkan.
Syafii menegaskan, kemampuan maksimal penyelam untuk menjangkau badan kapal telah dikerahkan. Namun, dalam tiga hari terakhir tidak ada lagi korban yang berhasil ditemukan melalui penyelaman.
“Kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan, dan tiga hari terakhir ini tidak menemukan korban lagi,” tuturnya.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah bagian kapal yang belum dapat dijangkau penyelam, termasuk bagian lambung kiri. Kondisi kapal yang tidak stabil menjadi pertimbangan utama karena dapat mengancam keselamatan personel SAR.
Penghentian penyelaman bukan berarti operasi SAR dihentikan. Setelah evaluasi pada hari ke-21, Basarnas tetap melanjutkan pencarian dengan mengubah fokus operasi ke wilayah perairan yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.
Pencarian akan diperluas ke sejumlah wilayah perairan, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Hingga hari ke-21 operasi SAR, Sabtu (3/10/2026) pukul 22.00 WITA, sebanyak 188 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia.
Dengan demikian, masih terdapat 55 korban yang belum ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 1 hari yang lalu
Nasional | 20 jam yang lalu




