Algoritma Media Sosial Tentukan Isi Beranda, Begini Cara Kerjanya
SERPONG – Pernah merasa beranda media sosial seperti tahu apa yang sedang disukai? Konten makanan, olahraga, musik hingga berita yang muncul berulang kali bukan sekadar kebetulan. Di baliknya ada algoritma rekomendasi yang mempelajari aktivitas pengguna untuk menentukan konten yang dianggap sesuai dengan minat.
Berdasarkan laporan DataReportal Digital 2026: Indonesia, terdapat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia pada Oktober 2025, setara 62,9 persen dari total populasi.
TikTok menjadi salah satu platform yang menjelaskan cara kerja sistem rekomendasinya. Konten di halaman For You dipengaruhi interaksi pengguna, seperti video yang ditonton, disukai, dibagikan, dikomentari, akun yang diikuti hingga pencarian.
Durasi menonton juga menjadi sinyal penting. Video yang ditonton sampai selesai dapat menjadi indikasi kuat bahwa konten tersebut menarik bagi pengguna. Selain itu, sistem turut mempertimbangkan informasi dalam video, seperti teks, suara, dan tagar.
Itulah sebabnya beranda setiap pengguna bisa berbeda. Semakin sering seseorang berinteraksi dengan jenis konten tertentu, semakin kuat pula sinyal bagi algoritma untuk menampilkan konten serupa.
Pengguna juga dapat memengaruhi rekomendasi dengan memilih fitur “Tidak tertarik” pada konten yang tidak diinginkan. Dengan demikian, isi beranda media sosial sebenarnya tidak sepenuhnya ditentukan algoritma, tetapi juga dibentuk oleh kebiasaan dan pilihan penggunanya.
Nasional | 2 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 20 jam yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu




