Transformasi ATCS Menuju ITTS, Tangsel Perkuat Pengendalian Lalu Lintas Berbasis Teknologi
SERPONG – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menyiapkan transformasi sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi melalui pengembangan Intelligent Transport Tangerang Selatan (ITTS). Sistem ini dikembangkan dari Area Traffic Control System (ATCS) yang selama ini digunakan untuk memantau dan mengendalikan arus kendaraan di sejumlah persimpangan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat mengatakan, pengembangan ITTS menjadi langkah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan lalu lintas agar lebih modern, terintegrasi, dan mampu menyesuaikan kondisi di lapangan.
Saat ini, Dishub Tangsel tengah melakukan relokasi dan revitalisasi ATCS, termasuk penataan ruang kendali, pembenahan jaringan komunikasi, serta optimalisasi perangkat yang sudah tersedia.
“Transformasi ATCS menuju ITTS ini menjadi langkah awal untuk membangun sistem pengendalian lalu lintas yang lebih modern dan terintegrasi. Kami sedang menyiapkan infrastruktur pendukungnya, mulai dari ruang kendali hingga jaringan komunikasi dan perangkat yang sudah ada,” ujar Ayep.
Menurutnya, kesiapan infrastruktur menjadi bagian penting sebelum pengembangan sistem dilakukan secara lebih luas. Karena itu, Dishub Tangsel turut berkolaborasi dengan perangkat daerah lain untuk memastikan seluruh komponen pendukung dapat berfungsi secara optimal.
Dalam pelaksanaannya, Dishub bekerja sama dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel untuk relokasi dan revitalisasi ruang kendali ATCS. Sementara penataan jaringan komunikasi, infrastruktur server, dan konektivitas perangkat dilakukan melalui sinergi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena menjelaskan, sistem ATCS yang beroperasi saat ini mencakup lima titik persimpangan, yakni Simpang Gading Serpong, Bundaran Alam Sutera, Simpang German Center, Simpang Muncul, dan Bundaran Maruga.
Selama ini, pemantauan dan pengendalian lalu lintas masih banyak mengandalkan respons petugas ketika terjadi kepadatan kendaraan atau gangguan di jalan. Melalui pengembangan ITTS, sistem tersebut diharapkan mampu mendukung pemantauan yang lebih cepat dan pengambilan keputusan berdasarkan data kondisi lalu lintas secara langsung.
“Pada sistem yang berjalan sekarang, pengendalian lalu lintas masih cenderung reaktif. Petugas melakukan pemantauan dan intervensi ketika terjadi kepadatan atau gangguan di lapangan. Ke depan, melalui ITTS, kami ingin pengendalian lalu lintas menjadi lebih responsif dan terkoordinasi dengan dukungan data secara real-time,” jelas Martha.

Dia menuturkan, pengembangan ITTS akan dilakukan secara bertahap. Rencana pengembangannya mencakup perluasan jaringan ATCS, integrasi kamera pengawas atau CCTV dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), serta penyediaan dashboard untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time.
Dishub juga membuka peluang pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu menganalisis kepadatan kendaraan, mendeteksi potensi gangguan lalu lintas sejak dini, hingga mendukung pengaturan arus kendaraan yang lebih adaptif.
“Ke depan, teknologi tidak hanya digunakan untuk melihat kondisi lalu lintas, tetapi juga diharapkan membantu menganalisis kepadatan dan mendeteksi gangguan lebih awal. Dengan begitu, penanganan lalu lintas dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kondisi di lapangan,” paparnya.
Lebih lanjut, Martha menyampaikan, ITTS tidak hanya difokuskan pada pengendalian arus kendaraan di persimpangan. Sistem tersebut juga diarahkan menjadi bagian dari ekosistem transportasi cerdas di Kota Tangsel.
Pengembangannya direncanakan terintegrasi dengan sejumlah layanan berbasis teknologi, seperti Smart PJU, layanan angkutan sekolah SiOptim us, dan Smart Parking. Integrasi tersebut diharapkan dapat mendukung keterpaduan pengelolaan transportasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pengembangan ITTS ke depan tidak hanya berkaitan dengan pengaturan lalu lintas, tetapi juga bagaimana berbagai layanan transportasi dapat saling terhubung. Harapannya, teknologi ini bisa mendukung mobilitas masyarakat yang lebih aman, lancar, dan nyaman,” pungkasnya.
Melalui pengembangan tersebut, Pemkot Tangsel berupaya memperkuat pengelolaan transportasi perkotaan berbasis teknologi. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, pemantauan dan penanganan persoalan lalu lintas diharapkan dapat berjalan lebih efektif seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu




