TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

MUI Tangsel Cetak Pelatih Pemulasaraan Jenazah, Perkuat Kesiapan Tenaga di Tingkat Kelurahan

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:15 WIB
Gambar yang dibuat oleh AI
Gambar yang dibuat oleh AI

PAMULANG — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel menggelar pelatihan teknis Training of Trainer (ToT) Pemulasaraan Jenazah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengurus jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kelembagaan Lantai 4, Kelurahan Pamulang Barat, Rabu (7/10).

 

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya MUI Tangsel menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan siap memberikan pelayanan pemulasaraan jenazah di lingkungan masyarakat. Para peserta diharapkan tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada warga di wilayah masing-masing.

 

Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum MUI Tangsel Saidih, narasumber Baharudin, Ketua I MUI Tangsel Hasan Mustofi, Sekretaris Umum MUI Tangsel Abdul Rojak, tokoh masyarakat Hudan Maulana, pembawa acara Aep Saepudin, serta perwakilan Dinas Sosial Tangsel, Yasir Arafat.

 

Dalam kegiatan tersebut, Abdul Rojak menegaskan bahwa pemulasaraan jenazah merupakan kewajiban kolektif umat Islam atau fardu kifayah. Meski demikian, pelaksanaan kewajiban tersebut membutuhkan tenaga yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai.

 

“Meski ini merupakan fardu kifayah, tapi tetap harus kita siapkan tenaga pemandi jenazah,” ujar Abdul Rojak.

 

Menurutnya, ketersediaan tenaga pemulasaraan jenazah perlu menjadi perhatian bersama. Hal ini termasuk menyiapkan petugas perempuan yang dapat menangani jenazah perempuan sesuai ketentuan syariat Islam.

 

Keberadaan tenaga perempuan dinilai penting untuk menjaga kehormatan, privasi, dan kenyamanan dalam proses pengurusan jenazah. Karena itu, MUI Tangsel mendorong agar pelatihan dapat menghasilkan petugas yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat.

 

“Tenaga perempuan juga harus kita siapkan. Harus berani dan harus tahu bagaimana cara menangani jenazah dengan benar,” katanya.

 

Abdul Rojak menjelaskan, kemampuan menangani jenazah tidak cukup hanya bermodalkan keberanian. Petugas juga harus memahami prosedur pemulasaraan, termasuk aspek kesehatan yang perlu diperhatikan selama proses penanganan.

 

Pemahaman tersebut diperlukan untuk mengantisipasi risiko penularan penyakit serta memastikan proses pengurusan jenazah berlangsung dengan aman. Petugas harus mampu mengenali kondisi jenazah dan menerapkan prosedur penanganan yang sesuai.

 

“Jangan sampai nanti ada penyakit menular. Karena itu, tenaga pemandi jenazah juga harus memahami kondisi jenazah dan cara penanganannya,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti pentingnya tata kelola pemulasaraan jenazah yang lebih terstruktur. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia perlu didukung sistem pelatihan, standar kompetensi, serta perhatian terhadap kesehatan petugas.

 

“Di negara lain, SDM-nya disiapkan melalui proses sertifikasi, tata kelolanya rapi, bahkan sampai cek kesehatan,” katanya.

 

Pelatihan ToT ini diikuti perwakilan dari seluruh kelurahan di Kota Tangsel. Dengan keterlibatan peserta dari berbagai wilayah, MUI berharap pengetahuan mengenai pemulasaraan jenazah dapat disebarluaskan dan diterapkan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

 

Program pelatihan pemulasaraan jenazah sendiri telah dijalankan MUI Tangsel selama puluhan tahun. Kebutuhan terhadap tenaga terampil masih menjadi perhatian, terutama untuk memastikan setiap tahapan pengurusan jenazah, mulai dari memandikan hingga mengafani, dilakukan sesuai tuntunan agama.

 

Dalam pelatihan kali ini, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penanganan jenazah dalam kondisi khusus. Instruktur membagikan pengalaman lapangan, termasuk menghadapi jenazah korban bencana maupun kondisi lain yang membutuhkan prosedur berbeda dari penanganan pada umumnya.

 

Materi tidak hanya diberikan melalui pemaparan teori. Peserta turut mengikuti praktik langsung agar lebih memahami tahapan pemulasaraan serta memperoleh gambaran mengenai situasi yang mungkin dihadapi ketika bertugas di lingkungan masyarakat.

 

Selain program pemulasaraan jenazah, MUI Tangsel juga menjalankan kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan juru sembelih halal. Program tersebut kini telah memasuki angkatan ke-10 sebagai bagian dari upaya menyiapkan tenaga terampil yang memahami tata cara penyembelihan sesuai ketentuan halal.

 

Sejumlah program lainnya juga terus dilaksanakan, mulai dari pengajian rutin, pembinaan mualaf melalui Muallaf Center MUI Tangsel, dakwah digital, hingga Pendidikan Kader Ulama. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.

Epaper
Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit