Harry Kane-Bellingham Jadi Motor Baru Serangan Inggris
INGGRIS - Harry Kane dan Jude Bellingham menjadi dua sosok penting di balik kebangkitan Timnas Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel.
Meski masih menyimpan luka setelah tersingkir dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026, The Three Lions mulai memperlihatkan wajah berbeda. Inggris tampil lebih agresif, berani menyerang, dan memiliki variasi permainan yang semakin kaya.
Perubahan itu terlihat dalam empat pertandingan terakhir UEFA Nations League. Inggris tampil dominan saat membantai Kroasia 7-0, kemudian menang 2-0 atas Ceko dan kembali mengalahkan lawan yang sama dengan skor 3-0.
Performa positif juga ditunjukkan ketika menghadapi Spanyol. Bermain di Wembley, Inggris sempat unggul 2-1 sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan La Furia Roja 2-3. Salah satu momen penentu terjadi ketika Kane gagal mengeksekusi penalti.
Dari empat pertandingan tersebut, Inggris mencetak 14 gol. Kane menjadi pemain paling konsisten dengan selalu mencatatkan namanya di papan skor.
Ketajaman tersebut membuat koleksi gol Kane bersama Timnas Inggris kini mencapai 91 gol. Jumlah itu semakin memperlebar jaraknya dengan Wayne Rooney yang mengoleksi 53 gol.
Kane juga menyamai rekor Peter Shilton dengan mencatat 125 penampilan bersama The Three Lions. Tuchel pun memberikan apresiasi tinggi kepada kapten Inggris tersebut.
“Semua yang dia lakukan, dia lakukan di level tertinggi. Sejak mengambil peran besar di Bayern Munich, dia menemukan level baru. Itu adalah level tertinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Tuchel.
Sementara itu, Bellingham semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu pemain kunci Inggris. Gelandang Real Madrid tersebut tak hanya produktif mencetak gol, tetapi juga aktif menciptakan peluang dan memberikan assist.
Tuchel bahkan membuka kemungkinan menempatkan Bellingham lebih dekat dengan lini depan. Menurutnya, pemain 23 tahun itu memiliki naluri mencetak gol dan karakter untuk tampil dalam situasi-situasi penting.
“Kami tidak akan bertahan hanya dengan dua gelandang tengah. Semakin banyak pilihan, semakin baik. Kami membutuhkan lebih banyak variasi,” kata Tuchel.
Duet Kane dan Bellingham pun menjadi salah satu senjata utama Inggris dalam membangun kembali kekuatan mereka. Kane menghadirkan ketajaman dan pengalaman, sementara Bellingham menawarkan kreativitas, mobilitas, serta kemampuan masuk ke kotak penalti.
Perkembangan keduanya kembali mendapat ujian pada November mendatang ketika Inggris dijadwalkan menghadapi Kroasia dan Spanyol.
Dua laga tersebut akan menjadi kesempatan bagi Tuchel untuk mengukur sejauh mana evolusi permainan menyerang Inggris, sekaligus menguji apakah Kane-Bellingham bisa menjadi fondasi baru The Three Lions menuju turnamen internasional berikutnya.
.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Opini | 22 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu





