Tingkatkan Kemampuan Siswa, Dindik Perkuat Literasi dan Numerasi Guru Matematika se-Tangsel
CIPUTAT – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat kemampuan literasi dan numerasi dalam pembelajaran jenjang SMP. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan kapasitas guru Matematika melalui pengimbasan praktik baik dalam proses belajar mengajar.
Kegiatan peningkatan pengimbasan literasi dan numerasi dalam pembelajaran jenjang SMP tersebut digelar di Puspemkot Tangsel, Rabu (7/10). Sekitar 200 guru Matematika SMP negeri dan swasta se-Tangsel mengikuti kegiatan tersebut.
Kepala Seksi (Kasi) Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP Dindikbud Kota Tangsel M. Nur mengatakan, literasi dan numerasi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas pendidikan. Keduanya harus berjalan beriringan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
"Jadi literasi dan numerasi itu merupakan fondasi penting dalam membangun sebuah pendidikan. Jadi literasi dan numerasi ini harus berjalan seiringan. Jadi enggak bisa literasi saja atau numerasi saja," ujar Nur.
Menurutnya, penguatan literasi dan numerasi bukan sekadar membuat siswa mampu membaca, memahami informasi, atau melakukan perhitungan. Lebih jauh, kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik berpikir kritis, kreatif, serta mampu memecahkan berbagai persoalan.
Karena itu, guru didorong menerapkan praktik-praktik pembelajaran yang lebih kontekstual. Dalam kegiatan tersebut, para guru mendapatkan pengimbasan mengenai berbagai metode yang dapat diterapkan untuk membantu siswa memahami materi sekaligus menggunakannya dalam menghadapi persoalan sehari-hari.
"Jadi pengimbasannya bagaimana, jadi ada praktik-praktik baik yang nanti dilakukan oleh guru terhadap siswa dan siswi atau peserta didik ini terkait dalam literasi dan numerasi," katanya.
Nur menjelaskan, khusus dalam pembelajaran Matematika, kemampuan numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghitung. Siswa juga diarahkan untuk memahami persoalan, menganalisisnya dan menentukan cara penyelesaian yang tepat.
Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran Matematika diharapkan tidak lagi dipandang sebatas hafalan rumus maupun mengerjakan soal secara konvensional.
Ia menambahkan, metode pembelajaran saat ini juga semakin beragam. Jika sebelumnya guru lebih banyak menyampaikan materi di papan tulis kemudian memberikan tugas, kini tersedia berbagai model pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
"Model-model pembelajaran sekarang sangat banyaklah. Kalau dulu kan rata-rata guru itu ya konvensional tuh ya menjelaskan di papan tulis, kasih tugas. Kalau sekarang ya kita ya banyaklah metode-metode untuk pembelajaran sekarang. Dan memang lagi digalakkan untuk literasi numerasi," tuturnya.
Menurut Nur, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Pemahaman siswa terhadap materi akan semakin baik ketika kemampuan membaca, memahami informasi, menganalisis dan menggunakan angka dalam memecahkan persoalan turut diperkuat.
"Seketika literasi numerasi meningkat, maka secara narasi pembelajarannya juga akan meningkat," ujarnya.
Ia berharap penguatan tersebut dapat memberikan dampak terhadap capaian pendidikan di Tangsel. Salah satu indikator yang nantinya dapat dilihat yakni perkembangan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik dalam Rapor Pendidikan.
"Ya nanti kalau yang sementara ini outcome-nya meningkatnya literasi numerasi itu ya Rapor Pendidikan nanti anak-anak kita," pungkasnya.
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 21 jam yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu





