Warga Benda Baru Dibekali Cara Tangani Kebakaran, Damkar Perkuat Peran Redkar
PAMULANG – Warga Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, dibekali pengetahuan dan keterampilan menghadapi potensi kebakaran di lingkungan permukiman. Tak sekadar diberikan materi, warga juga diajak mempraktikkan langsung cara melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran ringan.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan yang digelar Kamis (8/10) tersebut diikuti sekitar 50 peserta. Mereka terdiri dari anggota Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), karang taruna, perwakilan PKK, RT/RW, serta tokoh masyarakat.
Pelatihan yang digelar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu menekankan pentingnya respons cepat masyarakat saat menghadapi kondisi darurat. Salah satunya ketika muncul api akibat kebocoran gas maupun kebakaran pada area kecil yang masih memungkinkan ditangani pada tahap awal.
Dalam praktiknya, peserta tidak hanya memahami teori mengenai pencegahan kebakaran. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai langkah yang tepat dan aman untuk menghadapi api sebelum merambat dan membesar.
Kepala Bidang Pencegahan Damkar Tangsel Muksin Al Fachry mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran sekaligus meningkatkan kemampuan anggota Redkar.
“Ini merupakan bentuk pelaksanaan kegiatan Redkar dalam mewujudkan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kejadian yang membutuhkan penanganan awal secara cepat,” ujarnya.
Menurut Muksin, keberadaan Redkar menjadi penting karena relawan berada di tengah masyarakat dan dapat menjadi pihak yang memberikan respons awal ketika terjadi kejadian darurat. Karena itu, pihaknya berharap anggota Redkar dapat tersedia hingga tingkat RT.
“Kita berharap tiap RT ada anggota Redkar. Yang muda-muda, ataupun ibu-ibu, bapak-bapak, yang penting semangat,” katanya.

Keberadaan Redkar di setiap lingkungan juga diharapkan tidak hanya sebatas membantu ketika terjadi kebakaran. Mereka memiliki peran untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar warga memiliki pemahaman mengenai cara mencegah dan menangani kebakaran sejak dini.
Muksin mengatakan, pola pelatihan ke depan diharapkan dapat semakin mendekat ke lingkungan warga. Setelah anggota Redkar dan perwakilan masyarakat mendapatkan pembekalan, mereka nantinya dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada warga di wilayah masing-masing.
“Kalau sekarang kita latih Redkar dan perwakilan warga, nanti ke depan kita bisa langsung melatih warga di lingkungannya. Redkar tugasnya membantu melatih masyarakat, bagaimana mereka tahu cara mematikan api dini,” jelasnya.
Dengan kesiapsiagaan tersebut, Damkar berharap kebakaran dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih besar. Bahkan, ketika petugas Damkar tiba di lokasi setelah menerima laporan, api diharapkan sudah dapat dikendalikan oleh masyarakat bersama Redkar.
“Target kita zero kebakaran. Atau kalau pun ada yang kebakaran, begitu ada laporan 112 atau online-nya Redkar, begitu anggota pemadam kebakaran datang, apinya sudah mati. Yang mematikan siapa? Anggota Redkar dan masyarakat. Itu yang kita harapkan,” tuturnya.
Selain penanganan kebakaran, Redkar juga memiliki tugas melakukan penyuluhan kepada masyarakat serta membantu petugas Damkar melalui informasi kondisi wilayah. Misalnya, mengetahui titik sumber air, akses menuju lokasi, maupun kondisi lingkungan yang dapat menjadi informasi penting ketika terjadi kebakaran.
“Jadi misalkan ada kejadian kebakaran, Redkar bisa membantu anggota Damkar, misalnya sudah mengetahui di mana titik air, aksesnya bagaimana, dan lain sebagainya,” ungkap Muksin.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pengenalan peralatan pendukung untuk penanganan kondisi darurat lainnya. Di antaranya lima unit grab stick atau tongkat penangkap ular serta 10 pasang sarung tangan.
Peralatan tersebut dapat digunakan ketika masyarakat menghadapi kejadian seperti keberadaan ular di lingkungan permukiman. Penanganan diharapkan dapat dilakukan secara lebih aman sembari menunggu bantuan petugas apabila diperlukan.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tangsel Dadang Darmawan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penguatan Damkar. Menurutnya, penanggulangan bencana membutuhkan kesiapan sarana, personel, serta masyarakat yang memiliki kemampuan melakukan mitigasi.
“Jadi inilah komitmen kami DPRD dalam memberikan support kepada Damkar. Support-nya harus konkret,” tegasnya.
Dadang menyebut salah satu bentuk dukungan yang telah dilakukan adalah mengawal hibah satu unit mobil Damkar dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk Tangsel. Selain itu, pihaknya juga mendorong penambahan unit kendaraan Damkar baru.
Dia menjelaskan, penambahan armada tersebut dibutuhkan karena kejadian kebakaran di Tangsel masih menjadi salah satu persoalan yang harus diantisipasi, sementara kondisi unit yang tersedia tidak seluruhnya dapat beroperasi secara optimal.
“Kemarin tahun ini kami menyepakati insyaAllah akan ada penambahan unit lagi, unit baru lagi nanti di Dinas Pemadam Kebakaran ini,” ujarnya.
Menurut Dadang, pelatihan seperti yang dilakukan di Benda Baru perlu terus dilakukan, terutama di wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi. Masyarakat yang memiliki kemampuan penanganan awal dinilai dapat membantu mengurangi risiko ketika terjadi bencana sebelum petugas tiba.
Dukungan terhadap Redkar juga disebut telah dilakukan melalui advokasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Dadang mengatakan, perlindungan tersebut penting mengingat para relawan turut menghadapi risiko ketika membantu masyarakat.
Selain itu, DPRD Tangsel saat ini tengah membahas kesejahteraan sosial melalui panitia khusus (pansus). Salah satu hal yang didorong adalah perhatian terhadap relawan dan pekerja sosial yang selama ini memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
“Orang-orang model seperti Redkar dan juga nanti beberapa tenaga relawan yang selama ini sudah berkontribusi konkret untuk pembangunan Tangsel, kita mengharapkan nanti ada insentif yang akan kita perjuangkan bersama,” katanya.
Dadang juga mendorong agar pelatihan kesiapsiagaan seperti di Benda Baru dapat dilakukan secara rutin dan menjadi contoh bagi kelurahan lainnya. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun bersama dengan melibatkan Damkar, BPBD, perangkat daerah, serta masyarakat.
“Termasuk Benda Baru yang luar biasa seperti ini, kami juga mendorong seluruh kelurahan yang ada di Kota Tangerang Selatan bisa mencontoh Kelurahan Benda Baru yang selalu berperan aktif untuk mengawal dan juga membina para Redkar-nya,” pungkasnya.
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu





