TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pembakaran Sampah Kembali Terjadi di Seberang Puspemkot Tangsel, Bara Api Sulit Dipadamkan

Satpol PP Segera Diminta Bertindak

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 02 November 2026 | 19:51 WIB
Foto :Ist
Foto :Ist

CIPUTAT – Pembakaran sampah kembali terjadi di lahan seberang Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan (Tangsel). Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Tangsel masih melakukan pemadaman lantaran sumber api berada di bawah tumpukan kayu dan material urugan.

 

Meski api di permukaan lahan sudah padam, bara di bagian dalam tumpukan puing masih menyala. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak mudah. Kepulan asap tebal terus membumbung ke udara hingga menjangkau kawasan permukiman warga di sekitar lokasi.

 

Kepala Dinas Pemadam dan Penyelamatan Kota Tangsel, Ahmad Dohiri atau yang akrab disapa Adam mengatakan, timnya masih berupaya memadamkan api di lokasi kejadian, Senin (2/11). Namun, sumber api yang berada di bawah tumpukan material menjadi kendala dalam proses penanganan.

 

"Damkar sedang melakukan pemadaman di TKP, cuma sumber apinya di bawah kayu urugan," ujarnya.

Adam mengungkapkan, pembakaran di lahan tersebut bukan kali pertama terjadi. Aktivitas serupa sudah berulang kali dilakukan. Namun, hingga kini belum ada tindakan penegakan hukum dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

 

Karena itu, pihaknya telah meminta Satpol PP dan DLH untuk melakukan penegakan peraturan daerah (perda). Langkah tersebut dinilai penting agar aktivitas pembakaran tidak terus berulang dan memberikan efek jera kepada pelakunya.

 

"Saya sudah minta Kasatpol PP dan DLH untuk lakukan penegakan perdanya, biar ada efek jera," tegasnya.

 

Lebih lanjut, Adam menjelaskan, proses pemadaman membutuhkan bantuan alat berat untuk mengurai tumpukan material. Sebab, bara api yang berada di bagian dalam tidak cukup hanya disiram dari permukaan.

 

"Api di dalam urugan sulit dipadamkan, harus diurai oleh alat berat," jelasnya.

 

Hingga saat ini, petugas Damkarmat masih berupaya memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Penguraian tumpukan kayu dan puing diperlukan agar bara yang tersembunyi di bagian dalam dapat dijangkau petugas. Upaya tersebut juga dilakukan untuk mencegah api kembali menyala dan kepulan asap terus menyebar ke lingkungan sekitar.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit