TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pedagang Pilih Bertahan Di Bangunan Kumuh Pasar Simpang Malingping

Luput Dari Perhatian Pemerintah

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Jumat, 09 Oktober 2026 | 09:15 WIB
MEMPRIHATINKAN DAN SEPI. Kondisi Pasar Simpang di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, memprihatinkan, Kamis (8/10). Aktivitas di pasar tersebut sangat sepi pengunjung. (ISTIMEWA)
MEMPRIHATINKAN DAN SEPI. Kondisi Pasar Simpang di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, memprihatinkan, Kamis (8/10). Aktivitas di pasar tersebut sangat sepi pengunjung. (ISTIMEWA)

LEBAK - Kondisi Pasar Simpang di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, terlihat memprihatinkan. Padahal, sebelumnya pasar itu menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan masyarakat, namun kini terlihat sepi dan terbengkalai.

 

Bahkan, aktivitas jual beli hanya terlihat di sejumlah lapak pedagang. Karena sejumlah bagian bangunan tampak kusam dan tidak terawat. Bahkan, sebagian atap gedung terlihat sudah ambruk.

 

Ruko-ruko yang berada di kawasan pasar juga terlihat mengalami kerusakan. Kondisinya tampak kumuh dan tidak terawat. Rumput liar tumbuh di sejumlah area pasar, sehingga menambah kesan kawasan tersebut sudah lama tidak digunakan.

 

Meski demikian, masih ada sejumlah pedagang yang memilih bertahan dan tetap membuka lapaknya. Mereka tetap menjalankan aktivitas jual beli meskipun kondisi Pasar Simpang sudah tidak layak dan jumlah pengunjung terbilang sedikit.

 

Salah seorang pedagang pakaian yang masih bertahan, Kaswandi (53), mengatakan, para pedagang mulai menempati Pasar Simpang sejak 1998. Sebelumnya, para pedagang berjualan di Pasar Malingping yang berada di samping Alun-alun Malingping.

 

“Awalnya dari Pasar Malingping, terus tahun 1998 ke sini (Simpang). Waktu itu penuh, karena dari Malingping pindah,” ungkap Kaswandi, saat ditemui awak media di lokasi pasar, Kamis (8/10).

 

Namun, menurutnya, sejak para pedagang menempati Pasar Simpang, hingga saat ini belum ada perbaikan terhadap kondisi bangunan pasar. “Belum ada perbaikan, dibiarkan begini saja,” katanya.

 

Ia mengatakan, kondisi Pasar Simpang semakin sepi setelah sebagian pedagang memilih kembali berjualan di kawasan Pasar Malingping dengan menggunakan lahan milik pribadi.

 

“Jadi, ada satu dua yang pindah-pindah, karena mereka ngisi tanah hak milik. Tambah lagi pemerintah kurangnya, makanya dari sini pindah ke sana,” ungkapnya.

 

Meski kondisi pasar kurang layak, pedagang yang masih berjualan tetap dikenakan uang salar setiap hari sebesar Rp 6.000. “Bayar keamanan Rp 2 ribu, sampah Rp 2 ribu, sama Pemda Rp 2 ribu,” jelasnya.

 

Untuk pedagang yang ingin menyewa ruko, kata Kaswandi, biaya sewanya bergantung pada kesepakatan dengan pemilik atau pihak yang pertama menempati ruko tersebut. Ia menyebut biaya sewa ruko berkisar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per tahun.

 

“Ini kan tempat semuanya sudah ada yang punya hak milik, cuma ada yang diisi sendiri, ada yang enggak. Makanya di kontrakan sama yang punya ruko,” katanya.

 

Menurut Kaswandi, kondisi pasar yang kumuh turut mempengaruhi minat masyarakat untuk datang berbelanja. Bahkan, masih ada masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan Pasar Simpang.

 

“Ngaruh, kalau rapi bagi pedagang nyaman, dan pengunjung juga nyaman. Kalau hujan, taruh kendaraan bisa masuk, pilih barang kan enak,” katanya.

 

“Apalagi kalau hujan itu dagangan suka kebasahan kalau tidak dimasukin, belum lagi kalau panas juga sama,” sambungnya.

 

Kaswandi mengatakan jumlah pedagang yang masih bertahan di Pasar Simpang kini hanya sekitar 20 orang. “Masih bisa dihitung, paling berapa ya, ada kali 20 mah,” katanya.

 

Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak segera memperbaiki fasilitas Pasar Simpang agar kembali layak digunakan. “Kalau bisa harus diperbaiki lah, biar pengunjung nyaman, pedagang aman,” pungkasnya.

 

Senada, salah seorang pedagang lainnya, Saiyah, mengatakan, kondisi Pasar Simpang yang kumuh membuat sebagian masyarakat bahkan tidak mengetahui bahwa lokasi tersebut merupakan pasar.

 

“Masih banyak yang enggak tahu di sini ada pasar, karena kondisi gedungnya seperti ini. Ada yang belanja juga ke sini, kadang suka nanya, ini pasar?” ungkapnya.

 

Ia berharap Pemkab Lebak segera memperbaiki kondisi bangunan dan fasilitas Pasar Simpang. “Harapannya pengen diperbaiki, mudah-mudahan kalau tempatnya bagus mah yang belanja juga banyak,” tandasnya.

Epaper
Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit