Golkar Kunci Prabowo untuk Pilpres 2029, Cawapres Belum Dibahas
JAKARTA - Partai Golkar sudah mengunci dukungan kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2029. Sikap ini ditegaskan sejak akhir 2024, meski pemilihan presiden masih tiga tahun lagi.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan, partainya telah menetapkan posisi politik untuk Pilpres 2029. Namun, Golkar belum membahas sosok calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Prabowo.
“Ya sejak akhir 2024, standing position Golkar kan jelas, bahwa kami menghadapi Pilpres 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo, ya,” kata Doli kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Menurut Doli, pembahasan mengenai cawapres biasanya dilakukan menjelang pendaftaran pasangan capres-cawapres. Penentuan sosok pendamping Prabowo juga menjadi kewenangan calon presiden.
Karena itu, Golkar belum merasa perlu membicarakan pasangan Prabowo untuk Pilpres 2029. Terlebih, pemerintah saat ini masih berfokus menjalankan berbagai program untuk masyarakat.
“Makanya sampai sekarang kalau Golkar selalu, belum mau bicara tentang wakil presiden,” tandas anggota Komisi II DPR tersebut.
Doli menegaskan, untuk saat ini Golkar mengarahkan seluruh jajaran partai agar fokus mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dukungan tersebut diharapkan membuat program pemerintah berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Agar semua program itu deliver dan masyarakat merasakan manfaatnya kehadiran pemerintahan ini,” ucapnya.
Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Jenderal Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Arief Rosyid Hasan. Dia menyebut Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia telah berulang kali menyatakan dukungan agar Prabowo kembali maju pada Pilpres 2029.
“Iya, kan sudah disampaikan ketum di banyak tempat,” kata Arief.
Sebelumnya, Bahlil juga menegaskan dukungan Golkar terhadap peluang Prabowo kembali menjadi capres pada 2029. Menurutnya, Prabowo merupakan mantan kader Golkar sehingga partainya tidak perlu mencari figur lain.
“Kalau sudah ada yang terbaik, ngapain cari yang lain?” ujar Bahlil di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (6/12/2025).
Bahlil menjelaskan, dukungan Golkar terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran hingga akhir masa jabatan merupakan keputusan Musyawarah Nasional (Munas) partai. Dia memastikan Golkar tetap konsisten mendukung pemerintahan yang dipimpin Prabowo.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago menilai, keputusan Golkar kembali mendukung Prabowo sebagai capres merupakan hal yang wajar. Terlebih, Bahlil dalam sejumlah kesempatan telah menegaskan komitmennya untuk tetap sejalan dengan Prabowo.
“Intinya, Golkar mengunci Prabowo sebagai capres,” kata Arifki kepada Redaksi, Jumat (9/10/2026).
Meski demikian, Arifki mengingatkan bahwa peta politik menuju Pilpres 2029 masih bisa berubah. Dinamika politik, termasuk pembahasan mengenai sosok cawapres, akan turut menentukan arah koalisi menjelang kontestasi tersebut.
“2029 masih lama, semua bisa saja terjadi,” tukasnya.
Kesehatan | 12 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Opini | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



