Gratis Deteksi Kanker Serviks, Dilarang Berhubungan Seks 1×24 Jam
SERPONG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyediakan layanan pemeriksaan Human Papillomavirus (HPV) DNA gratis bagi perempuan berusia 30 hingga 69 tahun. Program ini menjadi salah satu upaya mendeteksi risiko kanker serviks sejak dini melalui pemeriksaan yang dapat diakses masyarakat di Puskesmas.
Layanan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel tersebut berlangsung sejak 1 Oktober hingga 14 November 2026. Perempuan yang memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan layanan ini di 33 Puskesmas yang telah disiagakan untuk memberikan pemeriksaan.
Hingga 7 Oktober 2026, jumlah peserta yang telah menjalani pemeriksaan baru mencapai 701 orang atau 4,6 persen dari target 15.243 perempuan sepanjang 2026. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat seiring dengan sosialisasi dan ajakan kepada masyarakat untuk memanfaatkan layanan gratis ini.
Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pemeriksaan HPV DNA berperan penting dalam mendeteksi infeksi HPV berisiko tinggi yang berkaitan dengan kanker serviks.
“Melalui pemeriksaan HPV DNA, infeksi HPV berisiko tinggi dapat dideteksi lebih dini, sehingga kita bisa lebih waspada dan mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan,” ujar Allin, Sabtu (10/10).
Menurutnya, deteksi dini perlu menjadi perhatian perempuan karena pemeriksaan dapat membantu mengetahui keberadaan HPV berisiko tinggi sebelum muncul keluhan. Hasil pemeriksaan selanjutnya dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah pemantauan maupun penanganan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Allin pun mengingatkan perempuan agar tidak menunggu sampai merasakan gejala untuk memeriksakan kesehatan serviks. Kesadaran melakukan pemeriksaan sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan reproduksi.
“Jangan tunggu sampai ada keluhan. Deteksi dini adalah salah satu bentuk sayang pada diri sendiri,” katanya.
Untuk mengikuti pemeriksaan gratis tersebut, peserta harus memenuhi sejumlah ketentuan. Layanan ini diperuntukkan bagi perempuan berusia 30+69 tahun yang tidak sedang hamil dan tidak sedang menstruasi.
Calon peserta juga diminta tidak melakukan hubungan seksual selama 1 x 24 jam sebelum pemeriksaan. Selain itu, penggunaan sabun pencuci vagina serta obat yang dimasukkan melalui vagina perlu dihindari sebelum tes dilakukan.
Perempuan yang memenuhi persyaratan dapat menghubungi atau mendatangi puskesmas terdekat untuk memperoleh informasi mengenai jadwal dan mekanisme pemeriksaan.
Allin mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut selama periode pelayanan masih berlangsung. Dengan meningkatnya partisipasi perempuan, risiko kanker serviks diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga tindak lanjut medis bisa dilakukan sesuai kebutuhan.
Pemkot Tangsel berharap layanan pemeriksaan gratis ini dapat mendorong semakin banyak perempuan untuk peduli terhadap kesehatan serviks dan melakukan deteksi dini sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker serviks.(rmn)
Kesehatan | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu



