Perkuat Keamanan Siswa, ICM Benahi Pengawasan hingga Sistem Pengaduan
SERPONG – Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) memperkuat perlindungan siswa dengan membenahi sistem pengawasan, mengevaluasi tenaga pendidik, hingga menyempurnakan mekanisme pengaduan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menambah kamera pengawas atau CCTV hingga mencapai 395 titik di lingkungan sekolah.
Pembenahan tersebut merupakan tindak lanjut evaluasi internal ICM untuk meningkatkan keamanan siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
Humas ICM, Rizqi Syihabuddien, mengatakan keselamatan siswa menjadi prioritas dalam proses evaluasi dan pembenahan yang dilakukan pihak sekolah.
“Evaluasi ini menjadi dasar bagi kami untuk memperbaiki pengawasan dan prosedur perlindungan siswa. Kami ingin memastikan setiap laporan mendapat perhatian dan ditindaklanjuti dengan tepat,” ujar Rizqi dalam keterangan tertulis, Senin (12/10).
Selain menambah CCTV, ICM juga menegaskan kembali batasan interaksi antara guru dan siswa kepada seluruh warga sekolah. Langkah tersebut disertai penyempurnaan mekanisme penerimaan, penanganan, dan tindak lanjut pengaduan.
Sekolah juga akan melaksanakan pemeriksaan psikologis tambahan bagi tenaga pendidik menggunakan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI). Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya pembenahan sistem perlindungan siswa.
Di sisi lain, edukasi mengenai perlindungan anak terus diperkuat melalui program Learning Support Center ICM. Sekolah juga berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas pelapor, memberikan perlindungan kepada pihak yang menyampaikan laporan, serta memastikan setiap pengaduan ditangani secara tepat.
Dalam pelaksanaannya, ICM membangun koordinasi dengan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Pokja BSAN, BPMP Banten, serta unit terkait di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Rizqi menyampaikan, pihak sekolah terbuka terhadap arahan dan evaluasi dari berbagai pihak untuk memperbaiki tata kelola serta prosedur perlindungan siswa. ICM juga membuka ruang dialog bagi orang tua, pemerhati pendidikan, dan lembaga perlindungan anak untuk memberikan masukan terhadap langkah pembenahan yang dilakukan.
“Orang tua perlu mengetahui apa yang sedang kami kerjakan. Kami siap menjelaskan langkah yang sudah dilaksanakan, menyampaikan apa yang masih berjalan, dan mendengarkan hal-hal yang menurut mereka perlu diperbaiki,” katanya.
Untuk memastikan proses pembenahan berjalan, Dewan Pembina, pengurus yayasan, dan pimpinan sekolah bertanggung jawab mengawal pelaksanaan perbaikan serta menindaklanjuti masukan yang diterima.
Perkembangan pembenahan juga akan dievaluasi dan disampaikan secara berkala dengan tetap menjaga kerahasiaan data anak. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memperbaiki tata kelola dan meningkatkan perlindungan siswa secara berkelanjutan.
Rizqi menegaskan, kepercayaan orang tua harus dijaga melalui tindakan nyata dan konsistensi dalam menjalankan pembenahan.
“Kepercayaan orang tua siswa perlu kami jaga melalui tindakan nyata. Kami bertanggung jawab memastikan pembenahan ini berjalan dan terus mengevaluasi pelaksanaannya agar perlindungan siswa di ICM semakin baik,” pungkasnya.
Kesehatan | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




