PSSI Benahi Kedalaman Skuad Timnas Demi Piala Dunia 2030
JAKARTA – PSSI mulai memetakan kebutuhan pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam persiapan menuju kualifikasi Piala Dunia 2030. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai, kekuatan Garuda tidak cukup hanya mengandalkan 11 pemain utama, tetapi harus ditopang kedalaman skuad yang merata di setiap posisi.
Erick menegaskan, Indonesia idealnya memiliki tiga kelompok pemain dengan kualitas kompetitif. Setidaknya, dua kelompok dengan kemampuan relatif seimbang harus tersedia agar performa tim tetap terjaga ketika pemain utama mengalami cedera atau tidak bisa tampil.
“Kita harus memiliki tiga tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain, atau setidaknya dua kelompok berisi 11 pemain dengan kualitas yang relatif setara,” kata Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Dari hasil pemetaan awal, sektor penjaga gawang dinilai sudah memiliki dua opsi yang mumpuni. Posisi bek tengah juga cukup solid, meski masih memungkinkan penambahan pemain. Sementara itu, bek kiri memiliki sejumlah alternatif.
Sebaliknya, sektor bek kanan menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar bagi PSSI. Terbatasnya pilihan pemain, ditambah badai cedera, membuat posisi tersebut membutuhkan perhatian khusus.
Kebutuhan penguatan juga terlihat di lini tengah, penyerang, dan sayap. Erick menyebut, lini tengah saat ini memiliki sekitar tiga pemain yang konsisten, tetapi masih membutuhkan tambahan dua pemain untuk memperkuat persaingan dan menjaga kedalaman skuad.
“Di lini tengah, mungkin ada tiga pemain yang konsisten, tetapi kita masih membutuhkan dua pemain lagi. Belum lagi kebutuhan di posisi penyerang dan sayap,” ujarnya.
Erick mencontohkan Jepang sebagai salah satu negara yang berhasil membangun kedalaman skuad melalui banyaknya pemain yang berkarier di Eropa. Sekitar 100 pemain Jepang disebut merumput di kompetisi Eropa, termasuk 12 pemain di Liga Inggris.
Menurut Erick, banyaknya pemain yang bersaing di level tinggi memberikan keuntungan bagi tim nasional, terutama ketika menghadapi situasi darurat akibat cedera atau absennya pemain inti.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PSSI akan terus mengevaluasi komposisi pemain bersama pelatih kepala John Herdman dan Badan Tim Nasional (BTN). Evaluasi juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pemain yang berkarier di luar negeri dan mereka yang bermain di kompetisi domestik.
Dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2030, Indonesia yang berada di peringkat ke-21 Asia berpeluang memulai perjuangan dari putaran kedua kualifikasi. Pengundian putaran pertama dan kedua dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026.
Adapun pertandingan putaran kedua kualifikasi dijadwalkan bergulir mulai September 2027 hingga Maret 2028. Dengan waktu persiapan yang tersedia, pembenahan kedalaman skuad menjadi salah satu agenda penting PSSI agar Timnas Indonesia mampu bersaing lebih kompetitif dalam perebutan tiket ke putaran final Piala Dunia 2030.
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 17 jam yang lalu
Internasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




