KBRI Riyadh Peringatkan WNI, Sebar Foto Lokasi Rudal Bisa Berujung Sanksi
ARAB SAUDI - KBRI Riyadh mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi agar tidak mengambil foto, merekam, atau menyebarkan informasi mengenai upaya penangkisan rudal dan drone maupun lokasi jatuhnya proyektil tersebut. Imbauan ini disampaikan menyusul serangkaian serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
Peringatan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang membatasi pengambilan dan penyebaran foto atau video kejadian, pengungkapan lokasi insiden, serta penyebaran informasi terkait melalui media sosial.
"Pelanggaran terhadap pembatasan tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku di Arab Saudi," jelas KBRI Riyadh dalam keterangan resminya, Selasa (13/10/2026).
Sebelumnya, dua WNI dilaporkan mengalami luka ringan akibat insiden pada 11 Oktober 2026. Berdasarkan informasi resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, keduanya mendapat perawatan di RS Sulaiman Habib Al Shahafah dan RS Sulaiman Habib Al-Takhasusi di Riyadh.
Kedua WNI tersebut telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit pada hari yang sama.
Di tengah perkembangan situasi keamanan, KBRI Riyadh meminta seluruh WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari lokasi-lokasi rawan. WNI juga diminta mematuhi arahan otoritas setempat serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh.
KBRI Riyadh memastikan tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kepada WNI. Untuk keperluan darurat, masyarakat Indonesia dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990.
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 21 jam yang lalu
TangselCity | 5 jam yang lalu
Internasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 17 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




