Perseroda PITS Segera Sepakati Kerja Sama Air Bersih Serpong Lagoon
Pembangunan Pipa Dimulai November, Air Ditargetkan Mengalir Januari 2027
SERPONG — Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) menyatakan telah siap membangun jaringan perpipaan air bersih ke Perumahan Serpong Lagoon, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kerja sama dengan pihak pengelola perumahan segera disepakati agar pembangunan infrastruktur dapat dimulai pada November 2026 dan air bersih ditargetkan mengalir pada Januari 2027.
Direktur Utama Perseroda PITS, Tubagus Hendra Suherman mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti arahan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, untuk mencari solusi permanen atas persoalan kualitas air bersih di Serpong Lagoon. Komunikasi dengan pihak pengelola perumahan dan pengolahan air yang selama ini melayani warga pun telah dilakukan beberapa kali untuk membahas skema kerja sama dan pengalihan pengelolaan layanan air bersih.
"Kami sudah membahas secara internal dari segala aspek, regulasi semua, termasuk investasi seperti apa. Ini diupayakan kita akan segera MoU dan kita akan juga segera bangun karena ini mendesak," ujar Hendra kepada Tangsel Pos, Kamis (22/10).
Dia menjelaskan, sumber air bersih untuk warga Serpong Lagoon nantinya berasal dari PT Tirta Kerta Raharja (TKR). PITS telah berkomunikasi dengan Direktur Teknik TKR dan memastikan ketersediaan pasokan air mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kawasan tersebut.
PITS berencana meminta alokasi air sebesar 15 liter per detik (LPS). Pasokan itu tidak hanya diperuntukkan bagi Serpong Lagoon, tetapi juga diproyeksikan untuk mendukung pengembangan layanan air bersih di wilayah lainnya. PITS optimistis kebutuhan air warga dapat dipenuhi melalui jaringan perpipaan yang akan dibangun.

Foto : Ist
"Kebutuhan untuk Serpong Lagoon itu kurang lebih sekarang ini 8 sampai 10 LPS. Ketersediaan airnya ada," jelasnya.
Untuk pembangunan jaringan perpipaan, Perseroda PITS menyatakan kemampuannya dalam hal pendanaan untuk merealisasikan rencana tersebut.
Menurutnya, investasi akan diupayakan melalui kas dan setara kas yang dimiliki perusahaan. Apabila terdapat kekurangan, PITS membuka peluang menjalin kerja sama dengan perbankan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.
"Yang pasti dari segi pendanaan sih kita siap," tegasnya.
Hendra menambahkan, kerja sama dengan TKR untuk pembelian air curah telah berjalan melalui perjanjian kerja sama (PKS). Dengan demikian, pembahasan saat ini difokuskan pada penyusunan kerja sama dengan pihak Serpong Lagoon, termasuk skema investasi dan pengelolaan layanan air bersih.
PITS mengusulkan agar pengelolaan layanan air bersih di kawasan tersebut diambil alih sepenuhnya. Melalui skema ini, pelayanan kepada warga nantinya berada di bawah pengelolaan PITS sehingga pasokan air tidak lagi bergantung pada sistem pengolahan yang selama ini digunakan.
"Kalau dari PITS itu minta kita takeover aja semua. Jadi tidak ada lagi pelayanan yang melibatkan pihak swasta di sana," ungkapnya.
Terkait aset dan investasi yang telah dikeluarkan pihak pengelola sebelumnya, Hendra menyebut penilaian akan dilakukan melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui nilai aset secara profesional sebagai bagian dari pembahasan skema pengambilalihan.
Dia berharap pembahasan kerja sama dapat segera mencapai kesepakatan. PITS juga akan menuntaskan berbagai persyaratan administrasi dan perizinan agar pembangunan jaringan perpipaan bisa dimulai pada November 2026.
"Target kita sih ini perizinan apa semua segala macam kita tempuh, misalkan dalam waktu satu minggu, minggu depan mudah-mudahan selesai," paparnya.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, layanan air bersih tersebut diproyeksikan menjangkau sekitar 1.324 rumah di Serpong Lagoon. Jumlah penerima manfaat dan kebutuhan layanan masih akan dihitung lebih lanjut seiring persiapan pelaksanaan proyek.
Hendra menegaskan, percepatan pembangunan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, terutama dalam penyelesaian perizinan dan aspek teknis lainnya.
Menurutnya, percepatan ini menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menghadirkan solusi jangka panjang atas persoalan air bersih di Serpong Lagoon.
"Januari insyaallah sudah bisa mulai mengalirkan. Makanya kami butuh dukungan seluruh stakeholder untuk menyalurkan air bersih di Serpong Lagoon," pungkasnya.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Otomotif | 1 hari yang lalu




