Minim Lahan Pertanian, Tangsel Uji Tanam Padi Apung di Permukaan Air Tandon Ciater
SERPONG-Keterbatasan lahan pertanian tak menyurutkan upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam memperkuat ketahanan pangan. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mulai menguji coba penanaman padi dengan teknik apung di Tandon Ciater, Serpong, Senin (26/10).
Jika berjalan sesuai rencana, padi varietas Inpari 32 tersebut ditargetkan bisa dipanen pada akhir Januari 2027. Uji coba ini dilakukan dengan memanfaatkan permukaan air tandon sebagai media budidaya. Metode tersebut menjadi salah satu alternatif yang dijajaki Pemkot Tangsel untuk mengembangkan pertanian di tengah keterbatasan lahan, mengingat wilayah ini tidak memiliki areal persawahan yang memadai.
Benyamin mengatakan, upaya tersebut merupakan bagian dari penerapan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu agenda Presiden melalui Asta Cita. Pemerintah daerah, kata dia, perlu mencari strategi agar keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang untuk mengembangkan produksi pangan.
“Tangsel walaupun tidak punya sawah, tidak punya areal sawah kering atau sawah tadah hujan, ya kita usahakan tandon-tandon yang ada di Tangerang Selatan itu kita jadikan multifungsi, termasuk di dalamnya untuk tanaman padi,” ujar Benyamin.
Pada tahap awal, penanaman dilakukan menggunakan 200 lembar styrofoam sebagai media apung. Setiap lembar styrofoam ditempatkan 21 pot tanaman, dengan masing-masing pot diisi tiga bibit padi. Proses budidaya tersebut akan dipantau hingga masa panen untuk mengetahui hasil dan efektivitas metode yang digunakan.
Benyamin menjelaskan, varietas Inpari 32 dipilih karena dinilai cocok untuk dibudidayakan di perairan seperti Tandon Ciater. Namun, hasilnya masih harus dilihat melalui uji coba yang diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.
Pemkot Tangsel menargetkan produktivitas awal mencapai tiga ton gabah per hektare. Angka tersebut akan menjadi acuan awal untuk menghitung potensi hasil apabila metode serupa dikembangkan di lokasi lain.
“Dalam satu hektare kita harapkan bisa tiga ton dulu. Kita coba satu hektare dulu, nanti kalau sudah kelihatan hasilnya, baru kita hitung pengembangannya di tandon-tandon yang lain,” jelasnya.
Menurut Benyamin, Tangsel memiliki 24 tandon di luar Situ Gintung yang berpotensi dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan. Meski demikian, pemanfaatannya akan mempertimbangkan hasil uji coba serta kondisi masing-masing tandon.
Jika penanaman padi apung menunjukkan hasil positif, fungsi tandon tidak hanya sebagai daerah tangkapan air atau catchment area, tetapi juga dapat dikembangkan untuk kegiatan produktif lainnya.
“Semua tandon akan kita tambah fungsinya, selain sebagai catchment area juga sebagai fungsi ketahanan pangan,” katanya.
Selain padi, Pemkot Tangsel juga menjajaki penanaman berbagai komoditas lain, seperti sayuran, cabai, dan tanaman hortikultura. Budidaya ikan di area perairan yang sama turut menjadi pilihan yang akan dicoba untuk mengoptimalkan pemanfaatan tandon.

Foto : Ist
Pelaksanaan program ini melibatkan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), serta berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan sejumlah perangkat daerah terkait, serta unsur TNI.
Benyamin menegaskan, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari hasil panen, tetapi juga dari manfaatnya bagi masyarakat dan perekonomian daerah. Karena itu, ia meminta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan bersama Bappedalitbangda mengkaji dampak program terhadap ketersediaan pangan serta pengendalian inflasi di Tangsel.
Hasil panen nantinya berpeluang dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ketahanan pangan masyarakat, termasuk dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), KTNA, serta masyarakat dari kelompok desil 1 dan desil 2.
Pemkot Tangsel juga membuka peluang melibatkan Pramuka, Karang Taruna, dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam pengembangan kegiatan pertanian tersebut. Keterlibatan berbagai unsur ini diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Saya punya Pramuka, ada Karang Taruna, ada Satlinmas, nanti bisa kita libatkan dengan banyak hal. Tapi semuanya harus menjadi petani-petani muda, istilahnya,” pungkas Benyamin.
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




