Netanyahu Kehilangan 15 Kursi, Partai Arab Catat Kemenangan Bersejarah
ISRAEL – Peta politik Israel berubah signifikan setelah hasil akhir Pemilu 2026 menunjukkan kemerosotan kekuatan koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Sebaliknya, partai-partai Arab mencatatkan perolehan kursi tertinggi sepanjang sejarah, membuka peluang terbentuknya pemerintahan baru tanpa Netanyahu.
Komite Pemilihan Pusat Israel (CEC) merilis hasil akhir pemilu pada Jumat (30/10/2026). Mengutip The Times of Israel, hasil resmi tersebut akan diserahkan kepada Presiden Isaac Herzog pada Rabu (4/11/2026), setelah seluruh proses pemeriksaan keberatan dan dugaan kesalahan penghitungan diselesaikan.
Partisipasi pemilih mencapai 77,9 persen atau sebanyak 5.716.665 suara. Angka tersebut menjadi tingkat keikutsertaan tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.
Dalam hasil penghitungan, Partai Likud pimpinan Netanyahu memperoleh 27 kursi, disusul Yashar dengan 21 kursi, B'Yachad 12 kursi, dan Joint List atau Daftar Gabungan 11 kursi.
Partai Demokrat dan Ra'am masing-masing meraih delapan kursi. Sementara Yisrael Beytenu, United Torah Judaism, dan Otzma Yehudit masing-masing memperoleh tujuh kursi. Shas dan Zionisme Religius mendapatkan enam kursi.
Sejumlah partai gagal melewati ambang batas parlemen sebesar 3,25 persen. Di antaranya Partai Ekonomi-Cadangan pimpinan Yoaz Hendel yang hanya meraih 2,63 persen suara serta Partai Rakyat Israel pimpinan Ofer Winter dengan 1,7 persen.
Secara keseluruhan, blok pendukung Netanyahu mengantongi 53 kursi, sementara blok oposisi memperoleh 48 kursi. Adapun dua kekuatan politik Arab, Joint List dan Ra'am, mengumpulkan 19 kursi.
Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi Netanyahu. Pada pemilu sebelumnya, blok yang dipimpinnya menguasai 68 kursi. Artinya, kekuatan politiknya kini menyusut 15 kursi.
Di sisi lain, perolehan 19 kursi partai-partai Arab hampir dua kali lipat dibandingkan posisi mereka saat ini yang hanya 10 kursi. Jumlah tersebut berpotensi menjadi penentu arah pembentukan pemerintahan berikutnya.
Namun, peluang terbentuknya pemerintahan anti-Netanyahu masih bergantung pada kesediaan partai-partai oposisi Zionis menjalin kerja sama dengan kelompok politik Arab.
Tiga Skenario Pemerintahan
Hasil pemilu memunculkan tiga kemungkinan konfigurasi pemerintahan. Pertama, pemerintahan persatuan nasional yang melibatkan Netanyahu dan Gadi Eisenkot. Kedua, koalisi sayap kanan yang tetap dipimpin Netanyahu dengan dukungan pembelot dari kubu Eisenkot. Ketiga, pemerintahan yang dipimpin Eisenkot dengan dukungan partai-partai Arab.
Mengutip CNN International, proses pembentukan pemerintahan akan berlangsung melalui sejumlah tahapan. Kandidat yang mendapat mandat pertama dari Presiden Herzog memiliki waktu 28 hari untuk membentuk koalisi. Masa tersebut dapat diperpanjang selama 14 hari.
Jika gagal, mandat akan diberikan kepada kandidat kedua dengan tenggat waktu 28 hari. Apabila upaya itu kembali menemui jalan buntu, mayoritas anggota Knesset dapat meminta presiden menunjuk kandidat ketiga yang memiliki waktu 14 hari untuk membangun koalisi.
Jika seluruh tahapan tersebut tidak menghasilkan pemerintahan baru, Israel harus kembali menggelar pemilihan umum.
Netanyahu dinilai masih memiliki peluang bertahan, terutama jika Eisenkot gagal memanfaatkan kesempatan pertama membentuk pemerintahan. Dalam situasi tersebut, mandat berpotensi beralih kepada Netanyahu.
Selama kebuntuan politik berlangsung, Netanyahu tetap menjalankan tugas sebagai perdana menteri sementara hingga pemerintahan baru terbentuk.
Pemilu ulang, yang paling cepat dapat berlangsung pada musim semi mendatang, kini menjadi kemungkinan serius. Jika terjadi, Israel akan menghadapi pemilihan umum ketujuh dalam delapan tahun terakhir, memperpanjang ketidakpastian politik di negara tersebut.
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




