Konflik Global Picu Kebuntuan Diplomasi di Forum G20
ATLANTA – Persaingan geopolitik antarnegara semakin menyulitkan G20 menyatukan sikap dalam menghadapi berbagai persoalan global. Pertemuan para menteri luar negeri negara anggota G20 di Atlanta, Amerika Serikat, diperkirakan berakhir tanpa komunike bersama akibat perbedaan kepentingan terkait perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, hingga kebijakan perdagangan Washington.
Associated Press (AP) melaporkan, pertemuan selama dua hari yang berakhir Sabtu (31/10/2026) itu tidak menghasilkan kesepakatan bersama. Sebagai gantinya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio akan menyampaikan pernyataan ketua yang merangkum hasil pembahasan.
Ketegangan bahkan terlihat dalam agenda seremonial. Rubio membatalkan sesi foto bersama setelah sejumlah diplomat Eropa menolak berdiri bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Penolakan itu merupakan bentuk keberatan atas keterlibatan Rusia dalam forum internasional di tengah perang yang masih berlangsung di Ukraina.
Menteri Luar Negeri Polandia Radosław Sikorski menilai perbedaan kepentingan antarnegara membuat tercapainya kesepakatan semakin sulit. Kehadiran negara-negara yang terlibat dalam konflik di meja perundingan dinilai menambah kompleksitas pembahasan.
Selain perang Ukraina, forum tersebut juga diwarnai perbedaan sikap mengenai konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Kebijakan tarif perdagangan Washington serta aktivitas China di Laut China Selatan turut menjadi isu yang memicu perdebatan.
Para diplomat juga menyoroti keamanan jalur pelayaran internasional, termasuk Selat Hormuz, Laut Merah, Laut Hitam, dan Laut China Selatan. Kebebasan navigasi di kawasan strategis tersebut dinilai penting bagi stabilitas perdagangan dan keamanan global.
Persoalan diplomatik lainnya muncul setelah Amerika Serikat tidak mengundang Afrika Selatan, meskipun negara itu merupakan anggota G20. Keputusan Washington tersebut memicu keberatan dan semakin memperlebar perbedaan di antara negara-negara peserta.
Meski gagal mencapai kesepakatan bersama, sejumlah diplomat menyebut upaya menjembatani perbedaan masih akan dilanjutkan. Harapan kini tertuju pada pertemuan tingkat pemimpin G20 yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.
Kebuntuan di Atlanta memperlihatkan semakin besarnya pengaruh rivalitas geopolitik terhadap kerja sama multilateral. Forum yang semestinya menjadi wadah koordinasi ekonomi dunia kini juga harus menghadapi pertentangan kepentingan dalam isu keamanan, perdagangan, dan hubungan internasional.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu



