Rupiah Menguat Tajam, Tembus Rp18.040 Per Dolar AS
JAKARTA – Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan signifikan pada pembukaan perdagangan Kamis (5/11/2026). Mata uang Garuda naik 0,53 persen ke level Rp18.040 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp18.168 per dolar AS.
Penguatan rupiah sejalan dengan tren mayoritas mata uang Asia yang bergerak positif terhadap dolar AS. Baht Thailand menguat 0,37 persen, ringgit Malaysia naik 0,30 persen, yen Jepang menguat 0,25 persen, dan dolar Singapura naik 0,11 persen.
Yuan China turut menguat 0,06 persen, sedangkan dolar Hong Kong naik tipis 0,008 persen. Sebaliknya, won Korea melemah 0,13 persen dan dolar Taiwan turun 0,36 persen.
Di pasar global, indeks dolar AS melemah 0,23 persen ke level 101,19. Terhadap mata uang lainnya, rupiah juga menguat 0,14 persen terhadap poundsterling Inggris menjadi Rp24.482 dan naik 0,03 persen terhadap dolar Australia ke level Rp12.735. Sementara itu, rupiah stagnan terhadap euro di posisi Rp19.823.
Analis pasar uang Lukman Leong menilai peluang penguatan rupiah masih terbuka, terutama ditopang penurunan tajam harga minyak dunia. Pergerakan harga minyak dipengaruhi optimisme pasar terhadap kemungkinan meredanya konflik Amerika Serikat dan Iran.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menantikan pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2026 yang dijadwalkan berlangsung Kamis siang.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



