TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers

Soal Hubungan Jokowi Dan PDIP

Puan Ngademin

Reporter: AY
Editor: admin
Rabu, 01 November 2023 | 07:25 WIB
Ketua DPP PDIP Puan Maharani (baju putih) . Foto : Ist
Ketua DPP PDIP Puan Maharani (baju putih) . Foto : Ist

JAKARTA - Pasca Gibran Rakabuming Raka jadi Cawapres mendampingi Prabowo Subianto, hubungan PDIP dengan Presiden Jokowi diduga memanas. Namun, Puan Maharani, putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, berusaha ngademin.

Puan menepis kabar miring terjadi perpecahan antara PDIP dengan Jokowi. Menurut dia, hubungan keduanya baik-baik saja.

“Siapa yang panas ya? Atau kemudian siapa yang kritis?” tanya balik Puan saat disinggung soal memanasnya hubungan Jokowi dan PDIP, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/10/2023).

Merasa kurang puas dengan jawaban Puan, awak media pun terus menggali pertanyaan kepada Ketua DPR itu. Ketika ditanya apakah akan ketemu Jokowi untuk menurunkan tensi politik yang sedang panas, Puan menjawab diplomatis.  

“Pertemuan antara Ketua DPR dengan Presiden selalu terjadi,” ujarnya.

Puan mengaku selalu bertemu Jokowi di forum resmi. Seperti di acara Hari Santri beberapa waktu lalu, di Surabaya, Jawa Timur. “Berarti kalau menanyakan akan ada pertemuan, akan selalu ada pertemuan antara ketua DPR dengan Presiden RI,” tutur Puan.

Hal senada dikatakan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat. Dia memastikan, PDIP akan terus mengawal pemerintahan Jokowi hingga tuntas. Dia membantah, jika partainya akan keluar dari Pemerintah dan menjadi oposisi.

“PDIP itu partai yang paling setia. Bagaimanapun kita harus mengawal dan menyukseskan Pak Jokowi sampai masa akhir jabatan,” tegas dia.

Dia menyebut Banteng tidak akan terus-terusan mendramatisir drama politik yang terjadi antara partainya dengan Jokowi. “PDIP itu bukan partai baperan. Sangat tidak baperan,” beber eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Dalam kesempatan ini juga, Djarot memastikan, Jokowi berserta menantu Jokowi yang juga Wali Kota Medan, Bobby Nasution masih berstatus sebagai kader Banteng. Sementara, Gibran sudah dijatuhi sanksi usai menjadi pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Sanksi itu diberikan secara tertutup dan tidak diumumkan ke publik. Jenis sanksi di PDIP ada yang terbuka dan disampaikan ke publik dan ada juga yang bersifat tertutup. Hal tersebut tertulis dalam AD/ART partai.

Sementara, Jokowi ogah menanggapi pernyataan PDIP yang merasa ditinggalkan dirinya dan keluarganya. “Saya tidak ingin mengomentari,” ujarnya.

Apa kata pengamat mengenai sikap Puan yang berusaha ngademin hubungan Jokowi dengan PDIP? Pengamat politik dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad mengapresiasi, sikap Puan. Dia bilang, kapabilitas Puan dalam berpolitik semakin teruji.

“Upaya menetralisir keadaan politik yang sedang memanas menunjukkan kematangan politik seorang Puan Maharani,” imbuh Saidiman kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group), Selasa (31/10/2023).

Menurutnya, Puan memberikan contoh positif kepada publik dalam berpolitik. Sebab, isu keretakan hubungan presiden dan PDIP bisa berdampak negatif pada PDIP jika tidak mendapatkan respons yang tepat.

“Saya melihat respons Puan tersebut diambil secara hati-hati untuk meminimalisir dampak negatifnya pada partai. Bagaimana pun, Jokowi adalah figur yang sangat populer dengan approval rating yang sangat tinggi,” pungkas dia.

Sebelumnya, tensi politik antara Jokowi dan PDIP memanas akhir-akhir ini. Salah satunya disebabkan oleh Jokowi yang merestui putra sulungnya yang juga kader PDIP, Gibran menjadi Cawapres Prabowo. Padahal PDIP telah mengusung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024 mendatang.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit