TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2025

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers

Jangan Stop Bansos Tunai

Oleh: KIKI ISWARA DARMAYANA
Editor: admin
Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:36 WIB
KIKI ISWARA DARMAYANA
KIKI ISWARA DARMAYANA

JAKARTA - Ekonomi global makin terpuruk. Inflasi di Amerika Serikat dan sebagian besar negara Eropa meroket. Terakhir, puluhan negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin terancam jadi negara gagal akibat tak kuat menahan kerasnya terjangan badai resesi.

Perang Rusia-Ukraina telah mem­porak-porandakan ekonomi dunia. Negara-negara miskin tak mampu lagi memberikan bantuan uang tunai kepada rakyatnya. Mereka juga tak mampu menyediakan bahan pangan murah. Akibatnya, jutaan orang ter­ancam kelaparan.

Lebih memprihatinkan lagi, PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terjadi di mana-mana. Tingginya angka pengangguran menyebabkan pertumbuhan ekonomi global melambat.

Kalau ini terjadi berkepanjangan, ekonomi dunia akan masuk ke jurang resesi yang dalam.

Akibat perang Rusia-Ukraina, harga bahan pangan dan energi melangit. Hal serupa terjadi pada komoditi tambang. Akibatnya banyak negara terpukul, terutama yang tidak punya sumber atau cadangan energi. Hal yang sama dialami negara-negara non produsen pangan.

Dalam kondisi ekonomi global memburuk, negara-negara yang memiliki sumber bahan tambang, terutama batubara dan nikel, seperti Indonesia masih mampu menghadapi serangan badai resesi global. Artinya, dengan tambahan pendapatan yang sangat signifikan akibat lonjakan harga batubara dan nikel di pasar du­nia, Indonesia mampu menyediakan energi dan bahan pangan untuk rakyat dengan harga terjangkau. Apalagi sejak lima bulan terakhir, ada tambahan pendapatan yang cukup besar dari minyak sawit.

Kita berharap tambahan pendapa­tan itu dialokasikan untuk menyelamatkan orang miskin dan sangat miskin dari ancaman kelaparan akibat tak mampu membeli bahan pangan.

Lewat bantuaan sosial (bansos) tunai, orang-orang miskin dan sangat miskin bisa membeli beras. Lewat bansos tunai, orang-orang miskin dan sangat miskin bisa membeli pakaian sederhana.

Melihat pentingnya peran bansos dalam menyelamatkan orang-orang yang ada di lapisan paling bawah, kita berharap hingga dua tahun ke depan jangan pernah ada pikiran atau ren­cana mengurangi dana bansos tunai.

Kita belum dapat memprediksi kapan perang Rusia-Ukraina akan berakhir. Ini artinya resesi ekonomi global bisa berkepanjangan.

Jadi supaya rakyat kecil tetap bisa makan dan hidup tenang, bansos tunai harus terus diberikan. Bahkan, untuk mereka yang tinggal di perkampungan padat penduduk perlu ada tambahan bantuan sembako. Dengan adanya bansos tunai dan bansos sembako, rakyat negeri ini tak akan pernah kelaparan. (Rm.id)

Komentar:
Berita Lainnya
Ist.
Wali Kota Wali Jiwa
Jumat, 29 Agustus 2025
Dahlan Iskan
Tionghoa Sholehah
Kamis, 28 Agustus 2025
Dahlan Iskan
Hijrah Riba
Rabu, 27 Agustus 2025
Ilustrasi. Foto : Ist
Catatan Muhamad Akbar
Rabu, 27 Agustus 2025
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si.  Foto : Dok. Pribadi
Membaca Demo 25 Agustus 2025
Selasa, 26 Agustus 2025
Prof. Dr. Muhadam Labolo, Guru Besar IPDN.(Dok. Pribadi)
Integritas, Harta Karun yang Hilang
Senin, 25 Agustus 2025
ePaper Edisi 29 Agustus 2025
Berita Populer
01
Bhayangkara FC Kalahkan Persis Solo 2-0

Olahraga | 1 hari yang lalu

02
PSBS Biak Vs Persik, Tuan Rumah Kalah 1-2

Olahraga | 1 hari yang lalu

07
Inter Milan Makin Gahar

Olahraga | 2 jam yang lalu

GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit