DLH Kota Tangerang Tingkatkan Produksi Kompos di TPA Rawa Kucing

TANGERANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang terus berinovasi dalam pengelolaan sampah organik dengan meningkatkan produksi kompos di TPA Rawa Kucing, Kedaung Wetan, Neglasari.
Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pengolahan sampah yang masuk setiap hari, khususnya dari sampah pasar.
Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengungkapkan bahwa upaya penataan di TPA Rawa Kucing telah membuahkan hasil yang signifikan.
Sebelumnya, TPA hanya mampu mengolah 1 ton sampah organik menjadi 600 kilogram kompos setiap hari. Kini, kapasitas pengolahan meningkat menjadi 2,5 ton sampah organik yang menghasilkan 1,5 ton kompos per hari.
“Jumlah ini akan terus meningkat seiring penataan dan optimalisasi teknologi yang kami lakukan di TPA,” jelas Wawan pada Selasa (10/12).
Selain pengolahan kompos, DLH Kota Tangerang juga mengaplikasikan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Rawa Kucing. Dengan dua line mesin RDF yang aktif, sebanyak 50 ton sampah per hari berhasil diolah.
Teknologi ini menghasilkan 20–30 ton RDF, bahan bakar alternatif yang setara batu bara, serta 10 ton bahan baku untuk kompos.
Metode pengolahan sampah organik di Kota Tangerang saat ini mencakup juga sistem komposting,Teknologi RDF di TPA Rawa Kucing,Sistem maggot di ITF Jatiuwung
Program Sedekah Kompos
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan sampah berbasis masyarakat, DLH Kota Tangerang meluncurkan Program Sedekah Kompos. Program ini mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah organik di rumah masing-masing, sekaligus menyediakan kompos secara gratis untuk warga.
Saat peluncuran RDF, sebanyak 1,25 ton kompos telah didistribusikan ke 104 kelurahan di Kota Tangerang.
“Kami ingin mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilahan sampah organik di rumah mereka. Sampah yang dipilah bisa disumbangkan ke TPA untuk diolah lebih lanjut menjadi kompos,” ujar Wawan.
Wawan juga menambahkan bahwa kompos hasil olahan di TPA Rawa Kucing dapat dimanfaatkan masyarakat secara cuma-cuma. “Masyarakat yang membutuhkan kompos dapat melakukan permohonan secara gratis,” tutupnya.
Melalui langkah ini, DLH Kota Tangerang berharap dapat mengurangi volume sampah di TPA, mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, dan memanfaatkan kompos untuk mendukung kegiatan penghijauan di wilayah Kota Tangerang.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 5 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 5 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu