TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Software Airbus Bermasalah, Kemenhub Larang Terbang Airbus A320

Reporter & Editor : AY
Minggu, 30 November 2025 | 08:52 WIB
Pesawat Airbus type A320. Foto : Ist
Pesawat Airbus type A320. Foto : Ist

 JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan seluruh maskapai yang mengoperasikan Airbus A320 tidak menerbangkan pesawatnya.

 

Instruksi ini menindaklanjuti Emergency Airworthiness Directive (Kelaikudaraan Darurat) dari European Aviation Safety Agency (EASA) yang dirilis pada 28 November 2025 dan mulai berlaku 29 November 2025 pukul 23.59 UTC atau 30 November 2025 pukul 06.59 WIB.

 

Mandat tersebut dikeluarkan setelah Airbus menyampaikan pemberitahuan resmi kepada seluruh operator di dunia. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan, seluruh regulator penerbangan di seluruh dunia, termasuk Kemenhub akan melaksanakan perintah EASA tersebut.

 

“Kondisi ini diperkirakan menyebabkan gangguan penerbangan. Mengingat banyaknya pesawat A320 yang beroperasi di Indonesia maupun di seluruh dunia,” kata Lukman di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

 

Lukman mengaku telah berkoordinasi dengan 6 maskapai nasional yang mengoperasikan A320, yaitu Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia AirAsia, Pelita Air dan TransNusa.

 

Dari total 207 pesawat yang terdaftar, sebanyak 143 unit sedang beroperasi dan 38 pesawat atau sekitar 26 persen akan terdampak langsung oleh perintah tersebut.

 

Lukman mengungkapkan, maskapai kini melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap pesawat yang terdampak. Dia meminta seluruh maskapai memastikan komputer Aileron Elevator Computer (ELAC) berada dalam kondisi layak pakai sebelum penerbangan selanjutnya.

 

Proses penanganan diperkirakan memakan waktu 3-5 hari sejak informasi ini diterbitkan. Maskapai harus segera menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi penundaan atau pembatalan penerbangan.

 

Kami mengimbau masyarakat yang memiliki tiket penerbangan pada 30 November hingga 4 Desember 2025 segera melakukan konfirmasi jadwal keberangkatan kepada maskapai masing-masing,” imbaunya.

 

Dia juga meminta seluruh pengelola bandara dan maskapai melakukan penyesuaian operasional secara cermat jika terjadi delay atau cancel. Dengan tetap memprioritaskan keselamatan penerbangan, serta menjalankan prosedur mitigasi risiko secara konsisten.

 

PGS. Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Arie Ahsanurrohim mengatakan, akan memperpanjang jam operasi bandara pada 30 November–4 Desember 2025.

 

Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan jadwal penerbangan berdasarkan informasi dari regulator. Kondisi ini diperkirakan menyebabkan gangguan penerbangan mengingat banyaknya pesawat Airbus A320 yang beroperasi di Indonesia.

 

Jika diperlukan, kata Arie, bandara-bandara InJourney Airports dapat memperpanjang jam operasi. Langkah ini menjadi bagian dari prosedur delay management untuk meminimalisir dampak penundaan penerbangan.

 

“Saat ini sejumlah bandara yang dikelola InJourney Airports juga sudah beroperasi 24 jam,” ujarnya.

 

Arie menjelaskan, InJourney Airports berkolaborasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan kesiapan operasional di lapangan.

 

“Penyesuaian skenario operasional akan dilakukan mengikuti dinamika jadwal penerbangan untuk tetap menjamin aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya.

 

InJourney Airports pun mengimbau calon penumpang pesawat dengan tiket penerbangan antara 30 November–4 Desember 2025 untuk mengonfirmasi kembali jadwal keberangkatan atau memperhatikan informasi terbaru dari maskapai.

 

Adapun jika jadwal keberangkatan sudah terkonfirmasi, InJourney mengimbau agar calon penumpang pesawat dapat tiba lebih awal di bandara sekitar 2-3 jam sebelum keberangkatan.

 

Kepada maskapai, kami mengimbau agar dapat menginformasikan calon penumpang secara cepat apabila ada perubahan jadwal keberangkatan,” tegasnya.

 

Corporate Secretary dan CSR Group Head PT Citilink Indonesia Tashia Scholz mengatakan, saat ini Citilink tengah melakukan koordinasi internal untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan standar keselamatan penerbangan yang berlaku.

 

“Sehubungan dengan penyesuaian operasional yang mungkin terjadi, Citilink mengimbau seluruh penumpang dapat memeriksa kembali jadwal penerbangannya,” ucapnya.

 

Untuk diketahui, Airbus mengumumkan kewajiban pembaruan perangkat lunak mendadak untuk sekitar 6 ribu pesawat seri A320 di seluruh dunia. Keputusan ini muncul setelah terdeteksi radiasi matahari ekstrem bisa mengganggu data penting pada sistem kendali terbang.

 

Dari 11.300 unit pesawat A320 yang masih aktif, lebih dari separuhnya masuk daftar wajib perbaikan.

 

Airbus menyebut, langkah tersebut berpotensi memicu gangguan bagi pelanggan serta penumpang.

 

“Airbus mengakui rekomendasi ini akan menyebabkan gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan,” kata perusahaan, dikutip dari BBC.

 

Insiden pada 30 Oktober 2025 menjadi pemicunya ketika JetBlue Flight 1230 rute Cancun–Newark mendadak kehilangan ketinggian tanpa input dari pilot. Pesawat tersebut akhirnya mendarat darurat di Tampa, Florida. Kejadian itu membuat sedikitnya 15 penumpang harus dirawat di rumah sakit akibat luka-luka.

Komentar:
Dprd
Cipta karya
Dlh
Damkar
Dinsos
Perkim
RSU
Indag
Serut RSU
Dpk
ePaper Edisi 28 November 2025
Bkpsdm
Dsabmbk
Kec setu
Kec Ciputat
Berita Populer
03
05
Wabup Iing Menilai Keterbatasan Bukan Penghalang

Pos Banten | 2 hari yang lalu

06
Pembahasan UMK 2026 Tunggu Regulasi Dari Pusat

TangselCity | 2 hari yang lalu

09
Bupati Hasbi Lantik Pejabat JPTP & Administrator

Pos Banten | 2 hari yang lalu

10
SIM Keliling Tangerang Kota Jumat 28 November 2025

Pos Tangerang | 2 hari yang lalu

GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit